Keluar Kantor Bentar “Gunung Selok View”

Posted on Posted in Travel Note

Cilacap ? apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata cilacap ??
pantai kan, baik pantai Nusakambangan, pantai teluk penyu, pantai widarapayung, pantai jetis, pantai karang pandan.? atau pantai yang lain ??? haha, yang jelas bagi gue yang bukan orang pesisir atau orang kota. denger kata calacap ya pantai πŸ˜€

Gunung selok yah seneng banget ketika denger gunung, yang dalam pikiran gue adalah gunung dengan 2000 Mdpl atau lebih, tapi gunung ini sedikit berbeda ternyata menurut informasi dari sana gunung selok hanya 300 mdpl saja, dan yah itu cukup lah buat latihan najak πŸ˜€

Gunung Selok yang terletak di desa Karangbenda, Adipala, Cilacap. Gunung ini adalah bukit yang rimbun ditumbuhi pohon-pohon karena masih dari Perusahaan Umum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas. Perjalanan kesana memakan waktu sekitar 2 jam, kami rombongan waktu itu.

liburan kali ini adalah liburan terakhir sebelum masuk kerja lagi, karena di kantor mulai aktif kerja lagi tanggal 10 juli dan kami ke Gunung Selok pada tanggal 09 Juli 2017.

oh iya jika kalian ingin tau tarif retribusi wisata Gunung Selok, tiket masuk kawasan wisata Perhutani adalah Rp 3000,- dan tiket masuk lokasi spot Gunung selok Rp 3000,- plus parkir 3000,- total Rp 9000 eh wait wait ini ko banyak pungutannya, πŸ™ semoga saja emang benar benar masuk ke anggaran perawatan objek wisata.

setalah saya pikir pikir ini kenapa ngga sekalian saja tiket masuk dijadikan 1 saja, antara masuk area perhutani dan spot view gunung selok sama parkir, bikin bolak balik saja. *mulai kesel, oke oke tenang tenag

dari area parkir menuju lokasi selfi deck berjarak sekitar 300 meteran lebih, kondisi jalan benar benar tanah lempung. karena waktu itu habis diguyur hujan jadi kondisi jalan benar benar becek,*udah yang jomblo biasa aja sama kata becek, jangan kemana mana tuh pikiran* πŸ˜›

kita yang rombongan kebanyakan memakai sandal, apalagi perempuannya yang jalannya pelan banget, nah gue yang pake sandal juga beberapa kali hampir terpeleset, buat kalian gue saranin pake sandal gunung apa sepatu gunung biar ngga licin. Sumpah perjalanan banget gue menuju selfi deck menggunakan sandal karena banyak tanah yang nempel di sandal hahahaha… mending kalau yang nempel itu cewe dihati gue, pasti bakal seneng banget deh wkwkwkw.

sepanjang perjalanan menuju selfi deck kita disughi dengan plang plang aneh, ya aneh aku sebut aneh.

Manamungkin anjaaayyy, mantanku nggak mungkin kesini,gue yakin pake banget
Gimana nggak kampret coba, udah susah move on, eh diingetin ginian –_____–
inilah kenapa gue sebut plang aneh, ya kerena ngga bermanfaat. coba kalo kata katanya diganti jadi, lebih religi, misal loh yah πŸ˜€
nah kalo ini aku setuju, jadi kapan kamu jalan sama aku.??? *Loh
Plang dengan kata kata unik alias aneh menuju selfi deck wisata selok, Adipala

Tiba dilokasi selfi deck selok gue beristirahat sambil menungguΒ  orang orang yang selfi di deck selesai berfoto ria, maklum waktu itu lumayan ramai pengunjung jadi harus antri deh, dan beberapa inilah foto foto yang diambil dari berbagai kamera dan beda photograper πŸ™‚

oh ya kalo ada yang tanya fus, itu ukhi ukhti yang jilbabnya lewar lebar siapa.. ? jadi meraka adalah masih temen ku gaes, yah kita masih temenan πŸ˜€ nggak tau deh nanti kedepannya, apakah apakah.? wkwkwkw sa ae lu omblo πŸ˜€ *anjayyy

nah kalo ini mas aldi IAIN Purwokerto kebutulan lagi PPL di tempat kerjaku, jadi ya mendadak gue punya ajudan temen baru πŸ˜€

“ih anginnya, ntar belum siap difoto”, gitu katanya πŸ˜€

yang jilbab biru itu adalah teh lilik shofatunnisa yah karena dia orang sunda, jadi gue panggil “Teh” , Teh, teh anget satu teh” wkwkwkw

ini kalian fokus ke pemandaan aja coeg, ngga usah kelain lain | Eh fus lu ngga bisa gitu dong, lu sama aja mematikan hak jomblo | wkwkw ah sae ae lu coeg

yang ini namanya mba septi, asli orang purwokerto, gimana berminat boleh pm sis/bro?

Behh adem ya liatnya :)) Mba lilik mba septi dan mba siti, oh ya yang mbak siti dia juga lagi PPL di tempat kerjaku.
Demi apa sumpah ini mommentnya kena bangetz, πŸ™‚

mas bambang (Riau), mas fani, Gue dan mas aldi, aldi dan bambang PLL dari IAIN Purwokerto

Team cowo cowo waktu jadi 1 jepretan πŸ˜€

pemandangannya boleh lah yah πŸ™‚ oh ya itu semua cowonya pada single single loh gaes, monggo dibooking πŸ˜€

Suatu saat aku kan menemukanmu dik πŸ™‚ | sekarang senyum aja dulu :))
ini mba septi udah kaya model seleb instgram yang endorse busana muslim yah..?
Aldi gue dan bambang

dari selfi deck ini kita bise melihat pemandangan pantai sondong dan hamparan sawah yang habis dipanen itu

Mas syukron

Sekilas tentang Gunung Selok

Gunung yang terletak di desa karangbenda kecamatan adipala kab cilacap jawa tengah. di sana ada gunung selok yang kental dengan kharisma mistiknya. gunung kecil yang berhadapat langsung dengan pantai selatan jawa, kini menjadi wisata spiritual yang dikelola Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas timur.

dari atas Gunung selok kita dapat melihat keindahan samudra hindia yang membentang kesebelah selatan, nah loh baru tau kan kamu kalo pantai itu sudah termasuk samudra hindia, πŸ˜€ boro boro tau itu fus, mau samudra hindia ke mau samudra pasifik ke mau samudra atlantik, sabodo teing πŸ˜€ yang penting ke pantai haha

konon dulu kawasan itu (Gunung selok) sudah puluhan tahun menjadi pusat spiritual kejawen, agama Hindu dan Budha. Meski beragam kepercayaan dan ideologi, para jamaatnya bisa hidup berdampingan secara dalam, *mungkin kita harus belajar toleransi ya gens tanpa harus kehilangan jati diri πŸ™‚

begitu memasuki pintu gerbang arah gunung selok, dijumpai sebuah bangunan puru “Mandala Giri” untuk tempat untuk persembayangan penganut Hindu. Kemudian menyusur ke jalan beraspal menembus hutan, dengan kemiringan yang cukup tajam. Sampai pada tanah datar terdapat lima pohon pinang (jambe). Di sebelahnya pohon jambe ada bangunan, dikenal sebagai Pedepokan Jambe Lima atau Cemara Seta.

Dalam bangunan padepokan, ada dua makam, yang sangat dirawat, lengkap dengan kelambu, karpet merah untuk duduk orang-orang yang akan ngalap berkah. Di belakang makam terdapat lukisan cukup lebar, gambar, seorang wanita cantik mengenakan kemben pakaian adat Jawa berselendang dengan rambut terurai. Wanita tersebut konon adalah Nyi Roro Kidul sedang berdiri di atas Laut Jawa. Dupa yang masih mengepul makin menguatkan nuansa mistis dan angker.

Pengunjung yang datang bukan hanya masyarakat Cilacap, tapi juga dari sejumlah wilayah di Jateng, Kebumen, Semarang hingga warga Tasikmalaya, dan Ciamis Jawa Barat.

Di depan petilasan Jambe Lima terdapat bangunan komplek persembahyangan atau Vihara untuk penganut Budha. Dikenal sebagai Vihara Agung Shang Yang Jati, yang dipimpin seorang biksu Banthe Dharma Teja asal Cilacap.

Pedepokan Agung tersebut berupa komplek bangunan yang didirikan di atas ketinggian 200 mdpl. Ada lima bangunan untuk persembahyangan, sebagai simbol rumah dewa. Seperti rumah Dewa Brahma Ci Men Fu lengkap dengan patungnya. Dewa Bumi, Dewi Kwan Im dan Dewa Kwan Kong.

Pada Jumat atau Selasa Kliwon pejiarah dari berbagai kota datang ke Vihara, termasuk para Biksu. Bahkan Biksu dari Thailand pernah mengenjungi Bante. Pada Jumat Kliwon yang datang hingga 20 – 100 orang untuk bersembahyang di sini (Vihara).

Di komplek tersebut ada tempat ziarah makam Kiai Mahfud Abdurachman (Kiai Somalangu). Untuk ngalap berkah penganut Islam Kejawen. Gunung Selok juga ada padepokan yang sangat terkenal, yakni padepokan Jambe Pitu atau pertapaan Ampel Gading, berada di atas petilasan Jambe Lima, menempati puncak paling tinggi di Gunung Selok.

Meski disebut jambe pitu namun di sana tidak ada pinang berjumlah pitu (tujuh). Tempat tersebut salah satu tempat yang digunakan melestarikan aliran kejawen.

Menurut cucu juru kunci padepokan, Mbah Tomo Wiharjo di komplek Jambe Pitu ada tiga petilasan yang dianggap keramat, yang dikunjungi ribuan peziarah. Petilasan menjadi keramat karena terdapat pusaka seperti Petilasan Sang Hyang Wisnu Murti dengan dua pusakanya yaitu Kembang Wijayakusuma atau Eyang Lengkung Kusuma serta Cakra Baskara atau Eyang Lengkung Cuwiri.

Sumber (http://www.kompasiana.com/anamcilacap/gunung-selok-tempat-spiritual-pemimpin-nusantara_55178d37a333113407b65d72)

sekian ~~~

10 Juli 2017, Gunung Selok, Adipala

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 thoughts on “Keluar Kantor Bentar “Gunung Selok View”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *