Expedisi Gunung Slamet : Puncak Tertinggi Jawa Tengah

Posted on Posted in Travel Note

Pulau jawa memiliki banyak gunung diantaranya adalah gunung slamet, gunung sumbing, gunung sindara, gunung merbabu, gunung merapi, gunung prau, gunung rogojembangan, gunung uangaran dan gunung muria, oke lumayan banyak juga yah.

Sebelumnya saya dan tiga pendaki coeg pernah mendaki di gunung sumbing dan gunung merbabu, dimana itu adalah pertama dan kali kedua saya mendaki bersama orang yang sama (mashuri dan febriyanto) karena teman pernah berkata “awas jak kalo naik gunung nanti ketagihan loh” dan yah benar sekali yang dia katakan, naik gunung itu bener iya cape, iya pegel pegel, iya harus kuat mental dan fisik, iya harus siap perlengkapan dan siap menerima resiko jika cuaca tidak sesuai perkiraan.

Tapi dibalik itu semua ada hal yang ngga bisa dilupakan, mulai dari suasana hutan yang jarang ditemui dikota saya bekerja, dan juga udara gunung yang sangat segar, pemandangan kota dari atas gunung, hijaunya dedauan, rindangnya pohon pohon besar, lautan awan, sampai sunrise yang sangat indah dan juga bunga edelweis, sampai yang tak perlah terlihat sebelumnya melihat beruk (sejenis kera) bergelantungan di pohon.

oh sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata kata, kamu harus coba mendaki, saya sarankan buat kamu kamu yang masih muda, masih punya banyak tenaga dan masih sehat, cobalah mendaki gunung, minimal sekali seumur hidup, ngga papa buat pengalaman dan buat bahan bercerita ke anak cucu
“Giniloh nak dulu papah itu pernah mendaki gunung ini, mau denger ceritanya nak ? sinih duduk mendekat, oh ya sebelum itu nak tolong ambilkan papah tab yang di meja kerja papah dan buatkan kopi hitam tanpa gula menggunakn vietnam drip” – lalu sang anak menuruti perkataan ayahnya.

okey cukup lanjut, dari sini saya bakal asal tulis ya gaes, bodo amat sama metode penulisan yang baik dan benar, jajaja

Sebelumnya perkenalkan dulu ya gunung yang gue daki ini bernama Gunung Slamet, gunung yang mempunyai ketinggian 3.428 mdpl ini menjadi gunung tertinggi dijawa tengah dan ke dua di pulau jawaΒ  setelah gunung Semeru, dan gunung ini secara wilayah administrasi masukΒ  ke beberapa kabupaten diantaranya adalah Purbalingga, Purwokerto, Brebes dan Tegal, kalo loe tau daerah tadi, yaps bener banget ini adalah wilayah berbahasa ngapakers. wong wong ngapak nek ngomong, termasuk kie nyong goli nulis, haha

Pendakian kali ini adalah pendakian yang di nanti nanti dari awal, karena setelah mendaki gunung sumbing target kita (read-mashuri dan Nufus) adalah gunung Slamet, dan akhirnya sampai kesampaian mendaki gunung slamet dengan beda formasi,tambah eri budi pamungkas (salah satu banyumas runners) yang ingin mendaki gunung..

Pada tanggal 28-30 Juli 2017 kemarin kami tim dari 3 pendaki coeg melalakukan pendakian gunung slamet via bambangan, kalau ditanya kenapa pilih jalur bambangan sebagai awal pendakian menuju puncak slamet tak lain karena memang jalur tersebut yang paling populer dikalangan pendaki, untuk pertama kali emang enaknya pakai jalur yang rame dulu gapapa lah, baru yang selanjutnya bisa mencoba jalur yang lebih menantang, karena sempat rencana awal kita pendakian slamet via kali gua, yang di brebes. dan itu jalur yang sangat panjang.

Kita berangkat dari purwokerto ke bambangan dari jam 17.00 sore hari jum’at, menggunakan motor 2 dan yang selah satu pengendara boncengan 2 orang dan 1 carrier sedang satunya lagi dengan 2 carrier 1 motor.

Perjalanan dari Purwokerto ke Purbalingga kurang lebih memakan waktu 2 jam, hingga samapi di basecamp. kita tiba pukul 20.00

Basecamp

Sebelum pendakian kita sempat beristirahat terlebih dahulu di basecamp dan sambil mengisi perut yang sudah keroncongan selama perjalanan, malam itu setelah sholat isya dilanjut makan, dan beberapa kali berkenalan dengan pendaki lain berbincang bincang ringan sekedar tanya,
“Mas dari mana ? ”
“Mas mau naik jam berapa?”
“Oh berapa orang mas”?
” Ini masnya aslinya jakarta toh?”
“Kapan Nikah mas?”
“jomblo ya mas?”

Oke lupakan kata kata terakhir yang jelas percakapan seperti itu pasti ada untuk basa basi kenalan dengan pendaki lain. Malam terlah larut dan kamupun perispan tidur dan memperiapkan energi untuk esok pagi.

ketika sampai di basecamp
Suasana Basecamp Bambangan
Dik mashuri yang sudah terlelap duluan

Dinginnya pagi itu tak membuat kami malas untuk bangun, karena memang pada dasarnya kita udah cukup tidur, tidur jam 9 bangun jam 4 dilanjut sholat shubuh berjamaah, dan ketika warung makan sudah buka, kita lanjut dengan makan/sarapan pagi sing segane sewakul kaya wong macul, padahal nang nduwur ngko bakal madang, haha mungkin karena kita ngga bawa beras jadi terakhir ngga makan nasi yogs !

Basecamp – Post 1(Pondok Gembirung)

Pendakian dimulai melewati gerbang hits di dekat basecamp. Belum lengkap jika belum foto dengan gerbang bertuliskan “Gerbang Pendakian Gunung Slamet”. Belum terlalu menanjak karena masih melewati area perkebunan warga. Kita mulai mendaki 08.10 pagi.

Gerbang hits Pendakian Gunung Slamet
Memasuki area perkebunan disini sudah terlihat gunung slamet, walau puncaknya masih tertutup awan putih
Setelah melewati area perkebunan, kabut turun bersama hawa dinign bersamanya

Pendakian awal dimulai dengan kabut yang agak tebal dan jarak pandang yang terbatas, serta suhu yang mulai dingin. Jarak dari basecamp ke post 1 sekitar 750 meter dan itu tanjakan semua gan, berharap jalan landai.. ? Noooo πŸ™

Loh ini ada jalur landai, oh ya ini yang sebelum kawasan lapang, posisi sudah memakai mantel setelah melewati kabut
Karena kabut sudah menghilang dan badan mulai panas karena memakai jas hujan, akhirnya dilepas dan foto sebentar πŸ™‚
Trek yang tertutup dengan kanopi hutan tropis yang cenderung adem, segar dan sekaligus cuci paru paru dengan oksigen yang segarnya luar biasa, serasa takut kehabisan oksigen yang segernya minta ampun
Trek yang tertutup dengan kanopi hutan hujan tropis

Perjalanan yang panjang dan menguras tenaga kami, akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat sekedar minum mengatur nafas dan tak lupa makan pisang, Gedang doyan ? haha

Pisang mau.?
Wanjeerr tolong mas di kondisikan keleknya πŸ™‚
ini pertama kalinya kita mendaki bawa buah loh gaes πŸ˜€

saat pendakian menuju post 1 beberapa kali tanjakan kita lewati dan nafas juga ngos-ngosan, bentar benetar “sur minum sur” (read-Mashuri) ambil air minum di sisi kiri tas carrier mashuri, duduk sebentar dan lanjut jalan lagi dan beberapa menit kemudian terlihatlah sebuah deretan warung sederhana berjajar dengan senyum ramah ibu ibu menawarkana dagangannya. Awalnya gue kira itu adalah pos 1 dalam hati gue “Alhamdulillah pos satu gengs” eh ternyata usut punya usut itu bukan pos 1 itu cuma pos bayangan, annjiirrrr ini kenapa jadi ada pos bayangan gini coeg, kaya lagi pramukaan aja mencari jejak ada pos bayangan segala –___–

yah sudah karena suara ibu ibu yang manis dan melambai lambai, akhirnya kita putuskan buat istirahat dan membeli semangka. Lumayan kan makan buah saat istirahat perjalanan.

itu yang diwarung sebelah kiri yang ada bayangan orang hitam gue lagi duduk sebelahnya carrier
Mashuri dan Eri sedang istirahat di gubung warung yang dedang libur jualan

setelah selesai istirahat kami lanjutkan sedikit lagi naik ke atas dan yah, eh ini kenapa ceritanya belum sampe pos 1 sih, kebayakan pembahasan fus, skip skip.
setelah selasai istirahat kami lanjut perjalanan dan kembali melibas tanjakan dan melihat ke kanan kiri atas bawah untuk menikmati pemandangan hutan yang asri nan hijau.

Belum lama mendaki setelah pos bayangan eh ketemu deretan warung lagi anjayyy ini kenapa jadi ada banyak warung gini disini, gerumel gue dalam hati. tapi kali ini kita ngga jajan lagi gaes, cuma istirahat bentar dan makan roti keju yang dibawa mashuri. dan sedikit buka baju bentar karena keringat yang gobyos.

Mashuri pusing, eri selfi dan gue tepar.
Eh ketika disuruh foto sama eri, jak foto jak, langsung dah gini jadinya πŸ™‚

ohmegat segemuk itukan gue, eh tapi sedikit sixpack juga gue, iya sixpack tapi dicicil 1 kotak dulu,nanti nambah dan dibagi jadi enam -__- . Mashuri dengan pedenya berpose begitu dan tanpa gue sadari ternyata celana kita samaan gaes, cuma beda warna saja wkwkwkwkwk. Baru pakai baju bentar dan naik bentar eh udah sampe pos 1 alhamdulillah, yap saat kita sampai pos 1 udah pukul 10.40 Pada pos 1 kita sudah sampai 1937 mdpl

Sampai pos 1 yeeyyy total pendakian dari basecamp ke pos 1 2 jam 50 menit,

Pos 1 (Pondok Gembirung) – Pos 2 (Pondok Walang)

Menuju pos 2 trek pendakian semakin dipersulit, bagai sistem birokrasi yang prosesnye lama dan bertele tele. Tak jauh beda dengan keadaan kita waktu itu, pejalanan pos dua berjarakΒ  kurang lebih 725 meter, perkiraan waktu tempuh mencapai 50-90 menit, tapi saat itu kita sampai pukul 12.15

Nah ngga jauh beda di pos 2 kita ketemu warung lagi, yang menyajikan makanan seperti mendoan, aneka kopi saset dan buah seperti pisang dan semangka, karena waktu itu memasuki jam 12 an, jadi kita berhenti sejenak mampir lagi deh, jajan lagi, buka dompet lagi, yah ini ko mendaki gunung kaya ke pantai sih ada warungnya segala, tapi saya bersyukur warga sana ternyata jiwa wirausahanya tinggi bela belain manjat turun gunung demi menjemput rezeki, dan itu jaraknya ngga deket gens itu kalo diibaratkan naik itu 2km itu naik dan bawa tempe air dan segala keperluan dagangan.

Terkapar di pos 2 hawanya pengin selonjoran terus dan tidur bentar
Sampai di pos 2 Walang

dipos 2 ini kita sudah berada di ketinggian 2256 mdpl lumayan lah.

Ibu ibu warung

nah ini ibu ibu warung yang gue maksud, menyediakan gorengan air minum, aneka minuman saset kopi energen dan susu, ada marimas dan madu rasa, eh eh ini ko aku sebut merek, gue ngga dapat royalty loh -,-
oh ya FYI harga mendoan satunya itu 2000 dan semangka 3000 dan pisang 2500 dan itu perbiji loh ya, sedangkan untuk energen/kopi/susu harganya 4000 ya segitu lah.

Mashuri dan Eri beres beres sarung dan sajadah, setelah sholat zhuhur dan ashar

sengaja yang lagi sholat ngga tak upload, biar ibadah mah urusan kita sama alloh ngga usah di post segala kali, nah ini di posting jga sih ya tapi kan ngga pas sholatnya. Walaupun di gunung Sholat jangan lupa ya geas, dijamak juga boleh sholatnya sama ashar.

Pos 2 Pondok Walang udah gitu doang ! iya udah !! apaan sih nih anak !!

Pos 2 (Pondok Walang) – Pos 3 (Pondok Cemara)

Perjalanan dimulai kembali jam 1 siang, setelah berjalan menyusuri hutan yang sangat lembab dengan trek yang masih sama tanjakan terrrruuuuusssss, makin ke atas makin lebat dan banyak melewatri jalur yang meyerupai cerukan sempit sebagi jalar air mengalir.

Plang Sebelum sampai ke pos 3, kalau ke kiri brati kita turun lagi ke basecamp dipajaya.

biasya pendaki yang tidak teliti atu karena kelelahan dan tidak memperhatikan tanda, atau pendaki yang sedang turun ke basecamp dalam suasana hari gelap lebih sering salah ambil jalur karena ngga liat plang tanda tadi.

Di depan persimapangan tadi kita sempat beristirahat

setalah selesai istirahat perjalanan dilanjutkan, gunung slamet memang tanpa ampun, setalah pos 2 ngga ada lagi deh yang namanya jalan landai, semunya full tanjakan dan jalan yang sempit seperti lorong lorong gitu, berasa di tengah hutan, ya emang kita ditengah hutan fuss… πŸ˜€

oh ya jarak dari pos 2 ke post 3 itu kurang lebih 625 m, kita tempuh sekitar 2 jam mendaki, sampai pada akhirnya kita sampai pos 3 dan yah betapa bahagianya, sungguh expektasi tak sesuai dengan realita.

ini expresi gue saat ketemu pos 3, antara sedih dan seneng

Β  Pos 3 (Pondok Cemara) – Pos 4 (Samaranthu)

Pendakian dari pos 3 ke pos 4 tidak banyak cerita hampir sama, cape ya istirhat, duduk sebentar, minum air, lanjut jalan lagi. saat perjalanan menuju pos 4 katanya pos ini cukup seram dengan cerita mistis yang beredar, tapi kami yakin saja karena kami mendaki dengan niat baik insyaalloh ngga terjadi apa apa.

Pos 4 ternyata tidak yang seperti yang biasanya, yang ada warung dan badeng, hanya ada pohon pohon tua yang berdiri kokoh dan beberapa pohon yang bisa dipakai untuk selonjor bentar πŸ˜€

β€œAnak lelaki tak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah buat berjuang, kalau perahunya telah dikayuhnya ke tengah, dia tak boleh surut palang, meskipun bagaimana besar gelombang. Biarkan kemudi patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang.” ― Hamka, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
“Apa yang kita inginkan dalam hidup adalah berpetualang, jatuh cinta dan bahagia”
“Aku hanya ingin hidup seperti awan. Bebas, dan tenang. Ketika aku Tua nanti, aku mempunyai seorang istri dan mempunyai 2 anak, satu laki-laki dan satu perempuan, lalu aku meninggal duluan, dan begitulah kehidupanku berlangsung. Sayangnya semua tidak semudah itu, sungguh merepotkan!” – Nara Shikamaru
“Kamu tak harus selalu memiliki rencana. Kadang yang kamu perlukan hanyalah sebuah keyakinan dan lihatlah apa yang dunia tawarkan” Piss hurri
Rireks sebentar tidur di batang pohon yang tumbang

Pos 4 (Samaranthu) – Pos 5 (Samyang Rangkah)

Sampailah kita di pos 4, ternyat di pos 4 tidak ada warung sama sekali, disini hanya ada tanah lapang dan banyak pohon besar yang sudah tumbang dimana itu menjadi kasur sementara kimi ber 3 πŸ˜€ *fotonya tadi yang di atas bertiga*

Karena waktunya sudah cukup sore dan tenaga kita juga sudah terkuras, kaki yang sejak dari basecamp terus bergerak dan sudah teriak minta diistirahatkan. akhirnya kita putuskan untuk mendirikan tenda, karena menurut informasi dari pendaki lain di pos 5 itu sudah penuh dengan tenda tenda, karena pos 5 memang menjadi favofit mendirikan tenda, akhirnya diputuskanlah kita mendirikan tenda dibawah pos 5

Saat mendirikan tenda, yang dibawah putih itu mashuri sedang masang pasak bagian bawah.

malam itu kami beristirahat dan masak makanan ya tau lah masakan anak gunung, masak mie instan :D. setalah masak mie isntan kita lanjut bikin kopo dan coklat, mashuri bikin coklat, gue sama eri bikin kopi. Ya kerena emang dasarnya badan udah cape dan kaki udah spanneng minta selonjor, walaupun sempat ngopi dibawa tiduran sebentar eh tau tau tidur, πŸ˜€ malam itu kita tidur jam 6.15 bangun jam 3 pagi.

dari jam 3 pagi kita lanjut lagi buat summit attact samapi ke pos 5. Di pos 5 sebenrnya ada warung, tapi saat itu tutup, ya iyalah jam segitu masa iya ada ibu ibu buka warung, kita sampai pos 5 sekitar jamΒ  04.25. fotonya seperti yang di bawah ini.

ini aku bukan ngantuk loh yah, ini efek flash dari kamera yang bikin silau jadi keliatan sipit gini. pada pos 5 kita sudah mencapai ketinggian 2795 mdpl.
ini adalah plang yang dari arah cemara sakti, biasa ditemui di pertigaan sebelum pos 6

Pos 5 (Samyang Rangkah) – Pos 6 (Samyang Ketebonan)

dari pos 5 sempat istirahat beberapa kali selama perjalanan ke pos 6, jarak dari pos 5 ke pos 6 tidak terlalu jauh, dari sini kita tidak mengharap sunrise dipuncak, mengingat jarak antar pos yang lumayan jauh, dan inti dari perjalan kita juga tidak menargetkan sudah dipuncak jam sekian, engga, kita lebih ya jalan aja dulu urusan nanti sampai dipuncak pas sunrise ya itu bonus.

setalah berjalan beberapa lama akhirnya kita sampai di pos 6

Sampai di pos 6

Pos 6 sudah memasuki ketinggian 2909 mdpl ,sebagai tanda melewati pos 6 kita foto dulu, oh iyaa lupa. di foto diatas gue memakai tak kecil dan mashuri memakai carrier. gue kasih kejelasan disini aja ya.
Jadi setalah ngecamp di bawah pos 5 kita memutuskan untuk membawa 1 carrier saja, dan carrier yang dipake itu punya gue, jadi selamat perjalanan jadi lebih ringan dan bisa bergantian bawanya, sedangkan eri bawa tas kecil dengan peralatan yang diperlukan.

Pos 6 (Samyang Ketebonan) – Pos 7 (Samyang Kendit)

Selama pendakian dari pos 6 ke pos 7 kita beberapa kali bergantian menggendong tas carrier, bahasanya rolling lah haha πŸ˜€ . Seperti jarak pos 5 ke pos 6 yang ngga terlalu jauh, begitu pula pos 6 menuju pos 7.

Sampai di pos 7

Pos 7 (Samyang Kendit) – Pos 8 (Samyang Jampang)

Setalah melewati pos 7, kita masih terus lanjut, melanjutkan perjalanan FYI (for your information) udara waktu itu masih udara malam gan, ngga tau kenapa sih secara ilmiah, tapi setalah lewat waktu subuh, suhu udara digunung berubah jadi lebih segar segar gitu. kaya misal kamu lari pagi jam jam setalah subuh, nah kurang lebih gitu hawa udaranya seger seger sehat gimana gitu.

Melewati pos 8 dan terus mendaki, badan udah mulai kerasa panas dan gerah udah ngga dingin lagi. lanjutkan perjalanan

Segarnya udara, kalo bisa tak karungin, tak karungin dah buat stok di purwokerto, lumayan buat cuci paru paru haha
Dua gunung ini kalo nggak salah adalah gunng sumbing dan sindoro, ngga tau mana yang sumbing mana yang sindoro, tapi kita udah pernah mendaki yang gunung sumbing. πŸ˜€
Sang surya mulai malu malu menunjukan dirinya, baru cahaya nya dulu.

indah kan ini yang gue suka dari mendaki gunung, kalau biasanya kita liat matahari terbit/terbenam diΒ  lautan, kali ini kita liat sunrise dari lautan awan, dan bersyukurnya kita waktu itu adalah hari minggu cuacanya sedang cerah, pahadal pada malam jum’at itu hujan terus menerus (saat di basecamp)

tenang dan rileks, kini rindu edelweismu sudah terobati teman.

matahari telah berani menampakan dirinya, walau masih malu malu, seperti titik

Foto ini saat gue lepas carrier, jaket, sarung tangan, cindung dan juga buff, cuma pakai kaos lengan panjang dan celana pdl

Kami mulai mendapati sunrise keren di sini, kondisi banyak pepohonan rimbun, tapi untungya sebagian yang menghadap timur (arah matahari terbit) lumayan terbuka, jadi kita sempat melihat sang mega matahari denga cahaya oranye gimana gitu, ah aku tak tau itu warnanya apa πŸ˜€

Β Pos 8 (Samyang Jampang) – Pos 9 (Palawangan)

nggak banyak cerita disini πŸ˜€

Pos 9 (Palawangan) – Puncak

Sampai di pos 9 yang sering disebut sebagai pelawangan, mungkin namnya diambil dari lawang-bahasa jawa yang artinya Pintu, memang disana ada semacam plang tanda besar, mungkin itu simbol bahwa pendakian yang sesungguhnya dimuali dari batas vetetasi, dimana itu adalah pintu keluar dan masuk batas vegetasi.

kita bertiga dibuat kagum dengan jalur menuju puncak yang sungguh keren bangettzz, ukiran ukiran alam membentuk trek sebelum puncak begitu indah, dengan sisi kanan dan kiri jurang, dan kalau tidak hati hati, kita bisa jatuh ke jurang, kebanyakan yang jatuh ke jurung adalah pendaki yang sedang turun, karena memang treknya yang bebetaun dan pasir serta tidak berhati hati.

jalur ini mengingatkan gue tentang mantan Zona Blank 75 di Semeru, eh tapi gue belum pernah ke semeru ding. haha ada rencana sih ke semeru, doakan saja ya geas πŸ™‚ *Meringis Kuda*

Jalur pendakian hanya sedikit pasir, lebih banyak ke bebatuan baik batu besar maupun batu kecil, kebanyakan bebatuan cadas yangΒ  tidak benar benar tertancap di tanah.

Lemah Abang, sebutan untuk trek terjalal pasir dan bebatuan.

Foto diatas menunjukan mashuri dan eri sedang berjuang mendaki gunung slamet, terlihat dari raut wajah mereka yang sedang gue foto, ngga nengok ke kamera, biasanya mereka kan Sarkam (Sadar Kamera) πŸ˜€

Birunya Cintah dan Lautan Awan.
Negeri atas awan, atau mungkin negeri dongeng ? mungkin loh ya.

Yang seperti ini baru kali ini geu alamin setelah 3 kali mendaki baru kali ini liat samudra awan seindah ini

setelah terengah-engah di hajar trek menuju puncak slamet yang luar bisa itu

Ala ala 5cm gitu sih niatnya πŸ˜€
Senyum manis pendaki Coeg πŸ˜€
Foto bersama mba Ratna dari IPB

Disela sela perjalanan di lemah abang, kita bertemu dengan mbak ratna, tau ngga gaes, itu pendaki solo, bukan brati dia dari solo loh yah maksudnya haha πŸ˜€ . Mba Ratna ini udah 3 kali mendaki gunung sendirian, 3 kali coeg, gila ajah udah 3 gunung dia mendaki sendiri, gimana ga tamvan dan veraninya dia coeg, sedang gue cari anggota cewek aja susahnya minta ampun. Alasannya “Yah kalo aku sendiri cewek nggak deh”, “Aku mau dong diajak mendaki, tapi yang tinggal berangkat aja ya!” *Sambil meringis kuda* ada lagi “Aku mau mendaki bareng kalian,tapi tunggu dulu, kalian cowok baik-baik ngga ? nanti gue di apa apain lagi” dan ada bebera lagi yang ngga bisa gue tulis disini jajaja

Senyum mas, Senyum, okey cekrek πŸ˜€

Muka gini dikira cowok ngga baik coba, ya tapi tampang ngga menjadi jaminan sih. masalah hati siapa yang tau coba, siapa coba.?? *loh knapa jadi baper gini mas.?* πŸ˜›

Gue motoin temen, dan saat difotoin temen hasilnya beda –___–

Gue minta er, fotoin yang kaya gue maksud, gini “Gue dipojok dan motretnya landscape, trus ngga usah keliatan tanahnya, langsung awan aja”

dan inilah hasilnya wkwkwkwk anjayy. Tapi tetep ganteng sih, tapi itu ada orangnya dibelakang -,- tapi ini keren πŸ˜€

Selama summit attact kita masih bergiliran menggendong tas carrier,
“Ah geu cape hur, nih gantian” trus gantian lah waktu itu, dari gue ke mashuri dari mashuri ke eri dan dari eri ke mashuri lagi.
“Hur ko elu ke gue lagi ? kan harusnya ke Nufus ?
“Ya mau gimana lagi kan yang deket elu er, Noh liat nufus udah di Puncak duluan!” *Si kampret Nufus udah dipuncak*
“Woy Fus, sialan loh,udah di puncak aja loe” Jerit eri.

dan waktu itu mereka berjuang mendaki bersama, sedang geu menunggu di puncak, hahahaha *teman macam apa kau ini* πŸ˜€

Akhirnya kesampean juga foto telanjang dada di gunug slamet.

kalo kalian ngikutin cerita 3 pendaki coeg yang expedisi sumbing dan expedisi merbabu. masti pernah melihat febri telanjang di gunung sumbing, mashuri telanjang di gunung merbabu, dan akhirnya gue juga ikutan foto telanjang di gunung slamet, intinya kita semua pasti akan buka baju di gunungnya masih masing, Loh ? πŸ˜€

Ah aku sudah kehabisan kata kata, sungguh.

Pose saat di puncak slamet, liat sini mas, liat sini, tatap mataku mas.? *loh
Mashuri aka Kakak Nakal dengan tracking polnya dan kamera go pro di tangan kirinya.
Eri Budi Pamungkas.

ini dia anggota 3 pendaki coeg, dia adalah mas eri, salah satu banyumas runners, btw di biasa lari lari dari kenyataan di jalanan, karena gue kasian liatnya yang suka lari lari di jalanan. akhirnya gue ajak deh “yoks er lari lari di gunung” πŸ˜€

Saat foto berasama

foto bersama ini, kita minta difotokan sama pendaki lain.

Finally sampai di puncak tertinggi Jawa Tengah

 

Foto diatas adalah area kawah, saat itu kita ngga kesana karena waktu sudah mendekati jam 10 pagi, dan kita ngga kesana, karena kalo sudah jam 10 asap dari gunung merapi sudah berubah ke arah timur (kita dipuncak timur). Semoga saat pendakian berikutnya ke slamet bisa sampi turun ke deket kawah, karena penasaran πŸ˜€ entah itu pendakian bersama sodara sodarku, mas imam mas dofir dan mas dofar. *aamiin* doakan ya teman teman. πŸ™‚

Foto kawahnya
Meraioh matahari πŸ™‚

Begitu cerita gue dan 3 pendaki coeg saat ke Gunung Slamet a.k.a puncak tertingi jawa, yah jawa tengah maksud gue coeg πŸ™‚

Terimakasih ku ucapkan kepada orang tua, orang tua mashuri dan orang tua eri budi, karena dengan doa orang tualah kita bisa sampai puncak dengan selamat, karena bukan puncak target kita, target kita adalah kembali ke rumah dengan selamat sehat wal afiat, puncak hanya bonus.

terimaksih juga kepada Rekan pendakian Eri dan mashuri yang telah saling bekerjasama, tolong menolong dan saling mengerti, ceileh dari mellow gini gue, haha

Sekian wassalamu’alaikum wr wb

Purwokerto 09 Agustus 2017
(Diketik di Komputer Kantor 20:38 ) πŸ™‚

Oh ya ini video yang mashuri buat itung itung bonus lah hihi
Cek this out guys πŸ™‚

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

23 thoughts on “Expedisi Gunung Slamet : Puncak Tertinggi Jawa Tengah

  1. Wiii Gunung Selamet,
    InsyaAllah next trip aku mau ke Selameeet loh.
    Berkat blogmu aku jadi punya gambaran tentang gunung yang satu ini.

    Btw, itu basecampnya bersih dan gede ya,
    beda banget sama bascemp di beberapa gunung yang pernah ku kunjungi πŸ™‚
    Satu poin untuk Gunung Selamet !

    Dan nama posnya unik-unik ya ada samyangnya ,,
    Kayaknya kalo aku lewat situ bakal pengen makan samyang wk

    1. Monggo mas khairulleon, silakan datang kapan pun, jika perlu kontak gue bang, gue siap jadi porter wkwkwkwwk πŸ˜€
      iya gan, lumayan terawat untuk basecampnya, ada tempat asesoris gunung slamet juga.

      kalo kesana bawa samyang aja gan, hehe

      salam cintah dari gue bang :* luv luv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *