Teman Perempuan

Posted on Posted in STORY

Entah sudah berapa hari sejak post terakhir. Banyak sekali ide yang berkeliaran di benak tapi tak kunjung tereksekusi menjadi tulisan. Hasrat menulis menggebu, namun realitasnya bikin galau.

Draft menanti dirampungkan, banyak sekali draft yang masih dalam proses. Kesibukan ini dan itu lagi lagi jadi apologi. Padahal bila memang diniatkan betul, tentunya menulis tetep bisa berjalan.

***

Tempat yang sama, kursi yang sama, hari yang berbeda dan kebetulan selalu melakukan hal yang sama, membaca ngobrol dengan ditemani secangkir kopi dan buku yang hanya dibaca beberapa kali. Ini kali ke dua ia kesini, kali ini ia ditemani oleh perempuan asing, di coffee shop disuatu daerah di purwokerto.

Seorang perempuan batak, yang sudah di kenalnya sejak lama, yah sudah lama mungkin. Pertemuan saat itu ditemani secangkir cappucino dan ice green tea, ini seperti nyonya teh dan tuan kopi tokoh utama dalam “nyonya teh dan tuan kopi”. Banyak hal yang mereka bicarakan dari mulai, masalah seputar rencana kuliah, kegitan sehari hari, rencana ke depan, jodoh bahkan sampai membicarakan tentang marga marga batak yang sangat rumit menurutnya, sampai dengan hal hal mistis lainnya.

sejujurnya ia baru kali ini punya teman, ya teman dari lain suku, suku batak. Kebanyakan temannya ialah dari orang sunda dan jawa, ya mentok mentok masih dalam lingkup pulau jawa, dan perempuan batak kali ini adalah perempuan pertama yang berteman dengannya, sesungguhnya ia termotivasi dengan sosok perempuan  tersebut.

Percakapan yang terjadi begitu seru dan menyenangkan sampai kemudian berlanjut pada masalah pribadi yang benar benar pribadi, beberapa kali gadis itu tersenyum saat membicarakan hal hal yang menurut dia lucu dan konyol, sang pemuda pun ikut tersenyum lantaran gadis itu tersenyum dan yah senyum khas sekali diikuti gerak mata yang agak sipit, setelah beberapa pembicaraan sang pemuda mengangkat cangkir kopinya dan sedikit meminumnya, meminum kopi seperti hanya untuk membasahi bibirnya dan kembali diletakan cangkir tersebut.

Coffee with a friend is like capturing happiness in a cup
It is an undeniable general truth isn’t?
And it works for those coffee lovers hahaha

 

Sayangya waktu sudah menujukan jam 08.25 pm dan ia harus kembali, disudahilah pertemuan itu.

 

Nufus M. Zaki – Purwokerto

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 thoughts on “Teman Perempuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *