Penikmat Suasana, Hujan dan Sepeda

Posted on Posted in STORY

l Panas matahari kemudian redup diganti dengan awan mendung yang perlahan namun pasti, pemuda itu pamit kepada orang tua serta tak lupa minta restu orang tua untuk sebuah perjalanan yang lumayan jauh (Read: Pekuncen-Purwokerto). Sudah lama pemuda itu tidak bersepeda, seberapa lama sih ? mungkin masih hitungan bulan, 4 bulan tepatnya.

Hobi bersepeda masih masih menjadi kegemarannya, entah hobi yang murni dari hati atau karena lingkungan, terlepas dari itu pemuda itu suka bersepeda jarak jauh dan selalu memperhatikan sepedanya. Ia pernah berkata bahwa dia penikmat susana coffee dan book. Memang pemuda itu bisa dibilang suka baca buku walau sampai saat ini belum banyak coretan tentang buku di blog dia.

Tanpa menunggu lama pemuda itu lantas mengayuh sepedanya dan lambat namun pasti kayuhan demi kayuhan ia lakukan dalam hatinya ia bernyanyi.

Bersepeda ku menanjaki bukit itu
Sekuat tenaga ku kayuh pedalnya
Angin pun mulai menghembus kemejaku
Ku rasa masih kurang cepat

Wanjeer ternyata pemuda itu pernah ngefans JKT48, hahaha

 

Sampai hujan jatuh dari langit dan mulai membuat resan pikirnnya, tetapi ia sudah bertekad
“Jika hujan akan ku terjang”
hujan pun turun dan perlahan mulai mambasahi jalan jalan sepanjang perjalanan pemuda itu, ia terus melanjutkan dan memegang teguh rencana awal, namun apa mau dikata “lah wong hujan ya ngiub to mas” 

Disinilah ia berteduh sambil beristirahat

Sempat beristirahat dan mempersiapkan cover rain yang ada di Ranselnya sepuya tasnya tidak begitu basah, mengingat pemuda itu membaca notebook kesayangannya. Pemuda yang mengaku “Penikmat Suasana, Coffee dan Book” berhenti sejenak untuk melihat keadaan dan mengambil air minum dalam sepedanya sambil ditemani cemilan yang ia bawa dari rumah, serta tak lupa mengeluarkan kamera toketnya  poketnya dan memprotret amatiran. dan inilah hasilnya :

Harusnya Sepeda Benci Hujan,

entah mengapa bapak ini terus mengayuh sepeda sambil mengenakan topi Caping menenrjang hujan dengan pedenya dan terus mengayuh, entah apa yang ada dipikirannya, mungkinkah sesuatu yang harus dikerjakan dirumah sana, atau mungkin ia sedang perjalanan berangkat, entahlah aku tak tau pasti. Bapak sehat terus ya, lain kalo kolo nyepeda bawa jaz hujan, sok sokan lu nup, emang lu bawa jaz ujan ?? kaga kan.?

leh leh ko bahasa penulisannya jadi gini Masss? ya saya ngga tau ini, oke bodo amat. Terus menulis saja okay.!!! Okay sip Coeg !

Handlebar Dengan pemindah gear kanan 7 kiri 3

mengingat sepeda ini dulu adalah sepeda kesayangannya sebelum berubah (Red-Modif) dan berganti nama menjadi “Levitalle Go Somewhare new” hujan panas terik matahari sudah pernah ia lalui bersamanya.

Lungapain coeg tangannya.???

Pamer gelang hah ? apa sarung tangan? apa lengan dekil lu itu ?

Ini lah penampakan Levitalle Go Somewhare New

Sorry E nya ngelotok dan banyak goresan 😀

yah ngga papa namanya juga laki laki, sedikit goresan akan luka itu adalah sebuah tanda tanda perjuangan dan pengorbanan, ngomong apaan sih mas ?

D0A013069

Bagi yang belum tau itu adalah NIM atau nomor iduk mahasiswa, ya penulis sempat mendapat pendidikan formal, *ehh apaan, emang gua dah lulus coeg*

Sepinya jalan kitika hujan
Kalo dipikir -pikir gua pinter motretnya kawan 😀

Tapi ketika dipegangi kamara DSLR Nikon D3300 gua kena breefing mulu sama mamas kameramen yang emang udah jago di dunia perkameraan dan perfilman 😀 Ngga ppa sih gua jadi belajar. *Loh nufus tuhkan bahasa penulisannya acaka acakan, gimana sih* “Sabodo teing dah” wkwkwkwk

Yah Hujan

okay dari tadi ngga konsisten gua. next

Hujan, ya hujan Iya hujan coeg mau gimana itu hujan, kaya ngga pernah liat hujan aja 😀
Nufusss Photograp :))

Yeyys Sapiii, *Itu kerbau coeg*

Kerbaunya makan rumput, *Ya iya lah Masss* #NguyahSandal #KezelGua
Bapak Kardi (bukan nama sebenarnya)

sebelumnya gua pernah kenalan sama beliau akan tetapi lupa namanya, jadi yaa gitu deh tak kasih nama kardi, btw jangan ada yang baper ya kalau namanya sama..

Sapi dan Sepeda

sapi dan sepeda ya, ya ya udah gitu doang :3

Sapi yang hitam itu betina dan sedang bunting, ditemani sapi betina lain yang sudah melahirkan dan Gedel yang mengikuti induknya~
Levitalle dan gudel
jangan di cium gudel  itu kotor hahaha
Yogs senyum sinih, menghadap kamera juga
Dadah kerbau, sampai jumpa

ih anak peternakan seneng tau kalo liat masih ada yang melihara kerbau 🙂

 

#Tulisan ini tulisan yang gaya bahasa dah penulisannya ngga konsisten,
#Serah lu dah ini blog gua, gua yang nulis, lama lama juga gua nulisnya baek kaya ahmad tohari atau pramoedya ananta toer ..hihihi
#KeepWriting
#Aamiin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

6 thoughts on “Penikmat Suasana, Hujan dan Sepeda

  1. numpang nyimak
    newbie nunggu kunbalnya.,.!!!
    .,..,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,…,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,…,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,…,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,…,.,.,.,.,.,

  2. Duh, gue jadi inget dulu pernah bersepeda ke Pesantren yang pernah gue tinggali selama 3 tahun. Masih sama, masih selalu menawarkan kenangan dan ingatan.

    Jadi pengin sepedahan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *