Nufus M. Zaki : Wisuda 123 Universitas Jenderal Soedirman

Posted on Posted in STORY

Wisuda ditemani keluarga 🙂 

Senyum bahagia tersebar merekah, ucapan selamat dan bingkisan bunga ikut mengiringi, wajah-wajah bahagia terekam baik oleh lensa-lensa kamera. Para orang tua ada yang menitikkan air mata haru dan bahagia di ujung matanya, menyaksikan sang anak kini telah meraih sebuah gelar baru di belakang nama mereka, dalam hatinya mungkin terbesit, selesai juga perjuangannya mencari nafkah untuk membiayai pendidikan si anak.

Ya, Para pejuang ilmu yang telah bergelut kurang lebih empat hingga enam tahun, kini mengenakan baju kebanggaannya, toga. Sebagai simbol sebuah kelulusan dan keberhasilan.

Setiap akhir adalah awal permulaan yang baru.Selamat datang di dunia pasca kampus.Semoga ilmunya berkah,semakin Allah tambahkan pula jalan-jalan keluasan ilmu.
Happy Gradution, Semoga berkah segala perjuangan yang telah terlewati dan bersiap untuk perjuangan selanjutnya. Barakalloh, semoga menjadi sarjana yang penuh manfaat. Terus berkarya! Terus ukir prestasi.Sukses dunia akhirat…

3,3 tahun, yang sebenarnya bukan hanya memberikan aku sekedar tambahan huruf berupa titel, namun lebih dari itu, 3 tahun perjuangan itu telah mengantarkan aku hingga bisa seperti sekarang ini. Bukan cuma titel atau lembaran nilai-nilai IP, namun juga sahabat-sahabat yang hebat, yang telah mengajarkan aku makna sesungguhnya dari “maju terus pantang menyerah” (Jargon Pak Dirman) sahabat-sahabatku, mereka semua yang ada di kampus. Mulai dari dosen pembimbing akademik , empat Dosen Pembimbing tugas akhirku, teman sekelompok, teman organisasi (BEM FAPET, SALAM FAPET, HMPS, AEC), anak anak somplak HIMAHO yang sekarang mungkin sudah meraih jalan yang mereka pilih, mereka yang selalu menularkan semangat, yang menyadarkan aku bahwa ilmu itu bukan hanya ada di dalam kelas, namun dimanapun kita berada disitulah ilmu itu, hingga akhirnya aku memilih untuk banyak mengikuti kegiatan agar semakin bertambah juga ilmu itu, hingga akhirnya aku bisa menyelesaikan kuliahku ini.

setiap akhir adalah awal permulaan yang baru. Maka itulah hakikat wisuda yang sebenarnya. Di balik wajah kebahagiaan para mahasiswa bertoga, sebenarnya kita masih memiliki tugas yang lebih besar dari pada sekedar tugas yang ada dikampus. Yaitu bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat dengan bekal ilmu yang telah kita isi selama bertahun-tahun di kelas.

jika membayangkan, tentu itu sungguh berat sekali. Terlebih melihat wajah para orang tua, yang penuh harapan terhadap anaknya yang telah menjadi sarjana, yang tak pernah letih melantunkan doa-doa untuk anaknya…

Ketika sudah mencapai puncak, capailah puncak yang lain. begitu kiranya nasihat orang bijak yang pas untukku saat ini. Meski wisuda itu adalah puncak dari perjuangan kita selama di kampus, namun ia bukanlah akhir. Lihatlah jauh kedepan, masih banyak puncak yang harus kita daki lagi. Janganlah takut untuk memulai dari Nol, melangkah dari awal untuk mendaki puncak yang lebih tinggi lagi.

Karena wisuda sesungguhnya bukan disini. Karena wisuda sesungguhnya bukan ketika kita mengenakan toga kemudian bersalaman dengan pak rektor menerima ijazah. Wisuda sesungguhnya itu adalah nanti, di akhirat sana. Ketika kita menerima buku amal dengan tangan kanan, ketika berhasil melewati panasnya padang mahsyar, ketika Allah telah membukakan pintu syurganya, dan kita dipersilahkan masuk selamanya.

Subhanallah… itulah wisuda yang sesungguhnya. Puncak dari semua puncak.

Insya Allah, kita termasuk didalamnya… amin…

*Selamat kepada teman-teman seperjuangan di kampus Universitas Jenderal Soedirman, terutama teman-teman Fakultas Peternakan khususnya angkatan 2013 dan kelas F. Untuk adik adikku pepatah ini cocok kayaknya “Witing tresno jalaran soko kulino, witing mulyo jalaran wani rekoso”

Teruntuk orang tua ayah ibu, mas Imam Mustaghfir dan adik adik Dofar Dofir terimakasih kalian adalah semangatku.

Serta ibu asuh Nur Laela Diryat, M.Ag Terimakasih telah menggemblengku selama ikut bersama beliau, mendidikku menjadi manusia yang tahan banting dan tak mengeluh. serta yang membukakan gerbang Pendidikan tinggi yang dimana kami harus cari jalan keluarnya sendiri…

Terimakasih, syukur Alhamdulillah
*Nufus M. Zakky 14 Desember 2016

 

Foto lain :

Ai Sonia dan Iin Eriandani (Teman dari kelompok OSPEK Fakultas)
Teman Agus-Agus Trianggora-Fahri Naufal
Siti Herlina Zahra Amira (Satu satunya perempuan dari kelas kami yang lulus di Desember ceria)
Sendirian saja Mass..??? 😀
Adik adik tersayang Ahmad Modofar & Ahmad Mudofir
Orang tua tercinta
Teman seperjuangan Lutfi Atur Rosidin dan Reza Setiawan
Eyang Ari dan Mboke
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *