Kenapa Bicara Zakat ???

Posted on Posted in Pustaka Nufus
source : google

Bicara zakat apa sih sebenarnya filofosi zakat ? Kenapa muslim wajib berzakat ? (bagi yang mampu),

Menjawab peretanya tadi:

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat-syarat yang telah di tentukan oleh agama dan disalurkan kepada orang orang yang telah di tentukan pula, ada delapan golongan yang berhak menerima zakat, sebagi mana tercantum dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

source : google

Menurut istilah fikih, zakat berarti harta yang wajib dikeluarkan dari kekayaan orang-orang kaya untuk disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan aturan-atuaran yang telah di tentukan dalam syarat. Zakat dalam bahasa arab mempunyai makna:

Pertama : Zakat bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau menyucikan. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat karena Alloh bukan karena ingin dipuji manusia, Alloh akan membersihkan dan menyucikan baik hartanya maupun jiwanya. Alloh SWT berfirman dalam Surat At-Taubah Ayat 103

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kedua : Zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Maka ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Alloh SWT, kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup. Keberhanan ini lahir kerena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih sebeb harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakikatnya zakat itu sendiri  berfungsi untuk membersihkan dan mensucikan harta.

Ketiga : Zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Maka ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Alloh) akan selalu terus tumbuh berkembang. Hal ini di sebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta telah di tunniakan kewajiban zakatnya. Tentu kita tidak pernah mendegar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Alloh, kemudian banyak mengalami masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian usaha dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya.

Selama beraktivitas di Lembaga Amil Zakat (read- Laz Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto) , sampai saat ini penulis belum pernah menemukan orang-orang yang rutin menunaikan zakat kemudian berhenti dari menunaikan zakat disebabkan usahanya bangkrut atau ekonominya bermasalah. Yang ada justru orang-orang yang selalu menunaikan zakat, jumlah nominal zakat yang dikeluarkan dari waktu ke waktu semakin bertambah besar, itulah bukti bahwa zakat sebenarnya tidak mengurangi harta kita, bahkan sebaliknya

source : google

Memang secara logika manusia, dengan membayar zakat maka harta kita akan berkurang. Jika mempunyai penghasilan 4 juta, misalnya, maka zakat kita keluarkan adalah 2.5 % dari 4 juta, yaitu Rp. 100.000 maka harta kita menjadi Rp. 3.900.000 yang berarti jumlah harta kita berkurang. Tapi, menurut ilmu Alloh yang maha pemberi Rizki, zakat yang kita keluarkan tidak mengurangi harta kita, bahkan menambah harta kita dengan berlipat ganda. Alloh SWT berfirman dalam Surat Ar-Rum Ayat 39:

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

Keempat : Zakat bermakna As-Sholalu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu beres an jauh dari masalah. Orang yang dalam hartanya selalu tertimpa musibah atau masalah, misalanya kebangkrutan, tercuri, dirampok, hilang dan sebaginya  boleh jadi kerena mereka selalu melalaikan zakat yang merupakan kewajiban mereka dan hak fakir miskin beserta golongan lainnya yang telah Alloh sebutkan dalam Al-Quran.

source : google

Kewajiban yang di kenal sebagi zakat merupakan salah satu dari 5  Rukin Islam, namun permasalahan zakat tidak bisa dipisahkan dari usaha dan penghasilan masyarakat, baik yang berlaku pada zaman Nabi Muhammad SAW, maupun jauh sebelum masa kehadirannya islam.

Oleh kerena itu jika kesadaran berzakat sudah tumbuh dari setiap jiwa kaum muslimin, maka banyak persoalan yang dapat kita tanggulangi, baik persoakan kemiskinan, kebodohan, kesenjangan sosial dan lain sebaginya.

Terimakasih, dan semoga bermanfaat, itu saja yang dapat penulis sampaikan.

Tulisan di atas hasil dari kajian  Fikih Zakat – Ustadz Ibnu Rochi Syakiran, Lc  selaku Dewan Pengawas Laz Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.

Purwokerto, 24 Oktober 2017
Ruang Fundraising

Nufus M. Zaki
Divisi Fundraising

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *