Surat Untuk Masa Depan

Posted on Posted in Kotak Pandora
Bukit sabana merbabu dan belakang kebun edelweis

Eheemm !!!

Selamat pagi nak, perkanalkan nak ini abi saat usia masih bujang, saat itu belum ketemu ummi mu. Yah waktu itu abi usia 22 an.

Apa nak ? Abi mudanya gagah  ? Oh ya jelas lah nak saat itu perut bi six pack, kamu pasti tidak percaya ya nak, tidak seperti sekarang buncit seperti bapak bapak pada umumnya setelah menikah.
Abi jaga seneng kalo ke gunung wah pokoknya lebih seneng ke gunung daripada ke pantai, tapi giliran di ajak ke pantai sama ummi mu ‘ya oke’  ya kali abi nolak permintaan ummi. Bisa bisa abi ngga dapat jatah dan tidur di sofa ruang tamu..hahaha

Oh ya nak jika kamu membaca ini dalam sebuah buku, yaps berarti abi berhasil menerbitkan buku abi yang pertama.

Nak setelah di pikir pikir kayaknya dulu kamu mirip ibumu, makin kesini ko kamu malah jadi mirip kaya abi. Mungkin ini faktor kamu sering main sama abi kali ya, dulu sejak kecil kamu senang banget kalo abi pulang kerja, langsung minta bermain bersama melakukan banyak hal belajar hal baru bersama.

Abi selalu menyiasati agar libur kerja dipakai untuk family time bersama kamu dan ummi mu. Engkau begitu suka bertanya hal hal yang belum engkau ketahui. Mungkin ini faktor di rumah kita tidak ada TV sehingga engkau senang sekali bertanya. Abi, ikan itu ko tenggelam ? Abi, air dilaut ko asin ? Abi kenapa pasir ini putih ?  Engkau tanya banyak hal saat di pantai. Memang saat itu liburan pertamamu saat itu adalah ke pantai, sebenarnya abi ingin mengajakmu ke gunung tapi apa daya, ummi mu sangat khawatir jika kamu abi ajak ke gunung takut ini lah takut itulah. Itu semua karena ummi mu ngga mau kamu kenapa napa ummi mu sangat sayang padamu melebihi sayang abi ke kamu.

Nak engkau begitu cerdas, pandai dan mudah beradapatasi serta tidak rewel waktu kecil, mungkin kecerdasan itu diturunkan dari ummi mu, ya iya lah ummi mu kan ‘dokter’ tapi abi ngga mau kecerdasaan itu disalah gunakan, jadi abi selalu mewanti wanti agar kamu tidak memanfaatkan kecerdasanmu untuk hal yang tidak benar. Kebijaksanaan mu heemm ini sepertinya diturunkan dari abi deh hohoho abi maksa sekali.

Nak jika kau dewasa nanti carilah teman yang baik akhlaknya jangan bergaul dengan mereka yang nakal. Pandai pandailah memilih teman, teman dalam kebaikan yang selalu mengajakmu berbuat baik. Boleh mengenal dengan siapapun dari semua golongan agar nanti pengetahuan mu luas,  tidak selalu melihat suatu masalah dari 1 sudut pandang.

Nak kalo kamu lihat rak lemari buku yang berderat dikamarmu baik buku agama, sosial, filsafat,sejarah, puisi, politik, kesehatan, biografi bahkan sampai novel dan lain lain, macam macam lah pokoknya. Sengaja abi taruh sebagian buku buku abi dan menaruhnya dilamari buku yang abi buat khusus untuk kamu, itu semua agar kamu gemar membaca karena menurut informasi dari UNESCO minat baca di Negara Indonesia hanya 0,001 % artinya hanya 1 orang yang gemar baca buku dari 1000 orang, itu data 2010 nak, jika abi tak keliru tapi.

Bukan, bukan berarti dengan abi naruh buku buku itu di lemari itu kamu jadi harus gini harus gitu, bacalah sebanyak banyaknya buku karena menurut orang sastra “ilmu adalah apa yang ada disetiap halaman buku”

Abi tau kamu pasti punya genre bacaan sendiri entah sejarah, politik, filsafat, agama atau buku buku tentang kesehatan. Itu semua abi taruh dikamarmu sebagai pengganti TV dirumah dan supaya kamu tidak bosan jika dirumah.

Nak jangan kau pikir rumah yg kita tempati (Baturaden/terserah nanti aku tinggal dimana) dan barang barang didalamnya ini adalah karena abi anak orang kaya. Kalau kamu ingin tau nak, abi bukan anak orang kaya, pintar ? Tidak juga, abi ini adalah anak yang biasa saja. Rumah ini penuh dengan perjuangan juga nak, suatu saat kau kan mengerti.

Kamu kenal Om Imam dan Om kembar Dofar Dofir, ya itu, yang sering berkunjung ke sini saat liburan. Mereka adalah Kakak dan adik adik abi. Mereka yang sering becandain kamu itu loh. Udah paham kan !

Jangan dikira Rumah nenek yang di Pekuncen yang tiap tahun di pakai untuk tempat kumpul keluarga saat lebaran sudah begitu bagusnya ada 6 kamar, taman dan kolam ikan bahkan halaman belakang yang digunakan kakek untuk berkebun itu sudah begitu.

Rumah itu ah sudahlah abi tidak mau cerita tentang rumah nenek, kamu ngga perlu tau lah. Pokoknya perjuangan nangis getih, keringat perjuangan seperti itu kalau diibaratkan.

Nak kamu pikir ummi mu mau nerima abi waktu abi masih belum siapa siapa, tidak nak, perjalanan saat memperjuangkan ummi mu juga butuh kerja keras dan pengorbanan dari mulai mendapat restu orang tuanya ummi mu yang dirasa abi masih belum layak untuk mendapatkan anak gadisnya, kurang ini lah kurang itulah. itu semua perlahan abi perbaiki dan perbaiki sampai akhirnya ayahanda ummi mu mempercayakan anak gadisnya ke abi. Panjang sebenarnya nak tapi ini sedikit cerita, akan abi ceritakan tentang proses bertemu ummi mu sampai pada pernikahan dan kamu lahir. Buka halaman berikutnya yaa :))

Nak jadilah orang yang bermanfaat untuk sesama manusia, mengharumkan nama Negara Indonesia dengan prestasimu serta berbuat baiklah sebagai orang muslim.

Salam cinta dari abi dan ummi, entah ummi siapa namanya dimasa depan 🙂

#Nufus #CatatanCalonAbi #FindingUmmi

 

Sunrise 1 April 2017 di Merbabu
Bukit Teletabies dan jalan setapak di Merbabu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

14 thoughts on “Surat Untuk Masa Depan

  1. Waduuuuh…sebelum nyari ummi, nyari barang impian dulu di priceza.co.id siapa tahu nemu yg murah tapi kualitas terbaik, sisa budget bisa buat beli barang2 lamaran buat calon ummi. Banyakin doa deh abis itu. Dijamin dalam waktu dekat, kalau emang udah mantap dan siap bakal ditemuin deh sama calon ummi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *