Merataulah “Nasihat Imam Syafi’i”

Posted on Posted in Kotak Pandora
muzanuf

MERANTAULAH
(Syair Imam Asy-Syafi’i)

Orang pandai dan beradab
tak ‘kan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah ‘kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih jika tidak, dia ‘kan keruh menggenang

Singa tak ‘kan pernah
memangsa jika tak tinggalkan sarang

Anak panah jika
tidak tinggalkan busur tak ‘kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam,
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman,
Orang-orang tak ‘kan menunggu saat munculnya
datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang

Setelah diolah dan ditambang manusia ramai
memperebutkan

Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan

Jika dibawa ke kota berubah mahal seperti emas

Ya, Siapa yang tak pernah dengar syair Imam Syafi’i “Merantulah” .

Pemuda sepertiku tak lain dan tak bukan juga memiliki keinginan untuk merantau menjalani hidup sendiri  dan mandiri jauh dari orang tua dan soudara, belajar latihan hidup yang bukan sekedar hidup, tetapi hidup yang bermanfaat untuk orang disekitar yang bisa menolong orang lain dan bisa membantu sesama.

Sejak lulus kuliah kuputuskan untuk merantau, akan tetapi saya masih kepikiran untuk melanjutkan S1 di Unsoed, jadi saya putuskan untuk menunda merantau dan mencari pekerjaan di Dearah Purwokerto, entah apa yang saya pikirkan saya merasa ini seperti sudah digariskan olehNya. Saya medapat pekerjaan di purwokerto sesuai dengan harapan saya.

Sebagai anak laki-laki, saya punya tanggung jawab. Ya tanggung jawab sebagai Hamba Alloh, sebagai Anak, Sebagai Kakak dan sebagai Masyarakat Sosial. Semuanya harus seimbang antara :

HABLUMMINALLAH DAN HABLUMMINANNAS

Setiap ibadah yang diperintahkan Alloh adalah untuk meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang, Hubungan vertikal yaitu hubungan kita kepada Alloh (Hamblumminalloh), Sedangkan hubungan Horizontal adalah hubungan kita kepada sesama makhluk Alloh (Hablummninannas)

   Surat   031. Luqman  ayat   27
  27. dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah[14]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
[14] Yang dimaksud dengan kalimat Allah Ialah: ilmu-Nya dan Hikmat-Nya.
Bumi ini begitu luas, Merantaulah
Jangan sombong, diatas langit masih ada langit

Ya alloh Izinkan saya belajar di bumi mu ini yang maha luas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain dan sebaik-baik ilmu adalah yang dimalakan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 thoughts on “Merataulah “Nasihat Imam Syafi’i”

    1. Insyalloh mba dini, Cepat atau lambat pasti saya merentau….
      Kalo perlu mungkin dalam perantauan saya mampir di LabuhanBatu Sumatra Utara 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *