Kisah Petualangan Mencari Uang

Posted on Posted in Kotak Pandora

OK, gaes, sebelumnya maaf, karena numpang ngepost di blog temen ya hehehe, karena blog sendiri udah gak aktif domainnya. Langsung ke bahasan. Kalo dari judulnya agak gimana gitu yah, tapi sebenernya intinya di sini saya akan menceritakan perjalanan saya yang masih belum menemukan jati dirinya.

Jadi sebenernya saya baru saja resign dari tempat kerja gaes. Tempat kerja yang sudah menjadi persinggahan karirku selama 2 tahun lebih, menjemput sedikit demi sedikit rezeki yang tuhan berikan. Sedikit flashback jauh ke belakang, setelah lulus sekolah SMK, seperti yang banyak lulusan baru (yang gak melanjutkan studi) lainnya lakukan yaitu mengirimkan lamaran kerja ke perusahaan-perusahaan incarannya. Saya termasuk yang rajin ngirim-ngirim lamaran gitu, walau pada akhirnya lamaran-lamaran itu banyak yang ditolak (*jangan baper) atau bahkan mungkin hanya berakhir di pos satpam dan masuk ke tempat sampah. Sampai akhirnya mendapat panggilan seleksi kerja di Bandung dan hasilnya adalah “gagal”. OK, ini yang pertama masih banyak kesempatan di depan. Beberapa bulan kemudian saya mendapat panggilan lagi dari salah satu perusahaan minuman di Bekasi, dan di situ saya masih mendapatkan kegagalan. Tidak terhitung berapa uang, waktu, dan tenaga yang sudah saya keluarkan. Akhirnya saya putuskan untuk ikut bekerja di Jakarta, di tempat kerja salah seorang teman di SMK dulu, Kholis, walaupun masih skala rumahan, gaji yang didapat cukup lumayan, bahkan kalau dihitung dengan biaya makan dan lain-lain gaji saya di sini sebetulnya lebih tinggi dari tempat kerja terakhir. Tapi apalah daya, mungkin karena kurangnya pengalaman, di tempat kerja ini saya hanya bertahan 1 minggu saja. Setelah pulang kampung, selang beberapa hari saya kembali bekerja, kali ini di warnet, tempat kerja yang sesuai dengan keahlian saya. Di warnet yang bukan hanya sekedar warnet ini, warnet yang juga melayani jasa maintenance komputer, web development, dan lain-lain saya banyak menimba ilmu baru tentang bidang yang saya tekuni, yaitu web programming yang selama ini saya hanya peroleh di rumah lewat HP China saya saat menganggur.

Di sini saya dapat bertahan cukup lama, sekitar 4 bulan saya bekerja, walau di sini ngekos dan makan seadanya karena sambil nabung sedikit demi sedikit. Di sini juga pertama kalinya saya bikin tabungan di bank, yang dulu saldonya hanya mentok di angka 500.000an lalu perlahan menyusut sampai kembali gajian hehehe. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk resign di akhir bulan ke-4 saya bekerja. Setelah beberapa hari nganggur di rumah. Saya membeli sebuah komputer sederhana yang dibeli dari teman SMK juga, Alin seharga hanya 400rb. Itupun setelah saya nawar dari harga 650rb ke harga 500rb. Lalu dari harga 500rb itu kenapa bisa turun ke 400rb? Itu karena sebetulnya 100rb mau dibayar besoknya lagi, karena uang yg 100rb entah kemana ilangnya. Ya, benar itu adalah uang terakhir saya saat itu. Berangkat tanpa modal sepeserpun, saya mencoba bermain bisnis online, sedikit demi sedikit, dari bisnis online 1 ke bisnis online yang lain, semua saya coba. Sampai akhirnya saya menemukan satu program promo giveaway, untuk sebuah mata uang baru di internet yang membagikan jika dikurs sekitar 70.000 per akun. Di situ saya memperoleh pendapatan sampai diatas 1 juta rupiah hanya dalam beberapa hari menjalankan. Dan kesampaian juga beli modem baru,  menggantikan HP China yang waktu itu saya gunakan.

Sayangnya itu tidak berlangsung lama, karena hanya beberapa hari masa promonya dan syarat dan ketentuan yang makin susah. Dengan modal seadanya saya mencoba memutar uang yang saya dapat untuk bisnis-bisnis lain. Salah satunya bisnis e-money exchanger, dimana saya menjual dan membeli uang $ di internet. Berkembang cukup pesat dalam waktu yang singkat dalam beberapa bulan menghasilkan keuntungan bersih rata-rata 3jt per bulan, sampai kebeli tablet dan ikut bantu renovasi rumah sedikit, sayangnya ini juga tak berlangsung lama, pada bulan ketiga, saya mendapat musibah, sebuah resiko yang tidak saya perhitungkan sebelumnya, yang sebetulnya sudah diingatkan oleh bos saya di warnet dulu. Saya kehilangan setengah dari hasil kerja keras saya selama 3 bulan itu karenanya. Bisnis exchanger yang sudah punya banyak pelanggan itu, dengan berat hati saya tutup, karena trauma mendalam. Selama 3 hari saya susah tidur karenanya hehehe. Walau saya sebetulnya punya bisnis lain yang sampai saat ini masih berjalan, namun penghasilannya tidak sebesar bisnis exchanger itu. Sekian lama saya merenungi betapa malangnya waktu itu. Terpuruk sendiri di tempat kecil di depan komputer tanpa ada orang yang tau kenapa, hanya beberapa rekan-rekan yang tau tentang kejadian ini, itupun yang menggeluti bidang yang sama.

Rasa suntuk di rumah dan tidak ingin larut dalam keterpurukan, saya kembali mencoba masuk ke dunia kerja, kali ini sedikit lebih bergengsi, di salah satu sekolah swasta islami di daerah saya sebagai staff TU.  Namun karena satu dan lain hal saya tidak jadi kerja di sekolah tersebut walau sebenernya sudah tinggal masuk kerja setelah melewati tes dan wawancara.

Selang beberapa minggu panggilan kembali datang dari salah satu perusahaan ritel terkemuka di Indonesia. Setelah melewati seleksi dan training selama 5 hari, saya ditempatkan di Tanjung, Purwokerto. Di sana saya ngekos gaes, masak sendiri(cuma masak nasi sih), nyuci sendiri(ini 3 bulan pertama, selanjutnya sih laundry hahaha), tidur sendiri, makan pun sendiri anjay kenapa jadi kaya lagu, tapi itu emang kenyataannya sih, dan sudah pernah saya lalui fase-fase ini pas kerja di warnet, jadi sudah sangat terbiasa. Tiap minggu saya pulang ke rumah untuk sekedar temu kangen dengan komputer saya hahaha. Sampai di bulan ke 5 saya memutuskan resign karena setelah dihitung pendapatan saya dikurangi pengeluaran untuk makan dan sewa kos hampir tidak ada sisa.

Yang biasa duduk santai di rumah, mendapat penghasilan yang lumayan tiba-tiba harus cape-cape bongkar barang, pergi malam pulang pagi dengan hasil yang hanya cukup untuk bayar kos-kosan, makan, dan sedikit sisanya untuk nabung. Sesuai aturan perusahaan, saya diwajibkan mengajukan surat pengunduran diri 1 bulan sebelum berhenti kerja. Jadi bulan depan saya baru benar-benar berhenti kerja, setelah diinterogasi oleh kepala toko saya tentang alasan resign, kepala toko saya malah memberikan saran untuk mencoba lobi kepada atasan, koordinator wilayah untuk pindah ke toko yang lebih dekat dari rumah, saya setuju saja, walau sebetulnya pesimis karena sudah sering juga ditanyakan dulu, minta pindah toko. 1 bulan tak terasa berlalu, saya akhirnya dimutasi ke toko dekat rumah, tepatnya toko Winduaji, di dekat perbatasan kabupaten Banyumas-Brebes.

Di sinilah saya banyak menemukan hal-hal baru, termasuk motor baru hahaha. Ngah? Ya, karena karena kerja di sini, letaknya gak terlalu jauh kalo dari rumah hanya sekitar 12 KM, tapi tidak cukup dekat buat jalan kaki juga kan. Saya putuskan beli motor pertama saya. Saya melanggar janji saya sendiri untuk tidak beli motor sebelum beli mobil hahaha. Ini adalah tempat kerja terlama dan ternyaman yang sudah saya jalani. Banyak cerita haru biru di tempat kerja  ini, yang akan saya ceritakan terpisah nanti karena panjang banget kalo diceritain sekalian mah. Setelah melewati banyak asam garam dunia ritel singkat cerita, saya resign setelah 1,5 tahun ditempatkan di tempat ini.

Lalu bagaimana setelahnya? Biarkan esok menjadi misteri, dan doakan semoga saya sukses kembali ke dunia yang dulu saya geluti. Sempat terpikir juga untuk mencoba bisnis offline, hmmm nanti dipikir-pikir lagi deh, sementara ini saya masih mencoba mencari recehan-recehan dari internet karena masih suasana berkabung, anjay siapa yang mati. Yah,ini baru hari ke-2 saya resign, 1,5 tahun di tempat sama, dengan teman yang sama, becanda bareng, ketawa bareng, nangis bareng, siapa sih yang gak sedih kalo harus berpisah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 thoughts on “Kisah Petualangan Mencari Uang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *