Setiap anak memiliki “Rezekinya” masing-masing

Posted on Posted in KOTAK KATA
Mas Imam Mas Dofir Mas Dofar dan Mas Nufus

“Dan tidak ada satu makhluk melata pun di bumi ini kecuali Allah-lah yang menanggung rizkinya.” (QS. Hud: 6)

Setiap anak memiliki rezekinya masing masing, yah itulah yang saat ini ada dalam pikiran saya, di jalan perjuangan melanjutkan “estafet tulang punggung keluarga”, masih tersimpan impian/cita-cita yang sempat tertulis jelas didinding kamar kost, walau sudah pindah tempat kost ke mest bersama karyawan lain, papan impian itu tak lupa dan selalu dibawa dan dipasang di dinding kamar mest yang baru. bersamaan dengan impian-impian konyol Besar lainnya yang perlahan mulai saya coret coret. Bukan, bukan berarti coretan itu tak mungkin atau tak terlaksana, justru saya coret itu menujukan yah bahwa impian itu tercapai, dari 110 Impian yang tertulis pada tahun 2015 sudah adah 26 yang terlasana, sisanya.? yah sisanya adalah impian impian jangka panjang yang tentunya membutuhkan proses yang lama,

Belum selesai dengan 110 impian mulai kutulis lagi impianku secara lebih detail dan rinci dan bertahap, yang salah satunya adalah pertama dan paling ingin ku wujudkan adalah melanjutkan study saya ke jenjang yang lebih tinggi.
karena menuntut ilmu hukumnya wajib akan tetapi saya tak mau melupakan tugas saya sebagai anak, sebagai anak lelaki, sebagai kakak dari adik adik (Read-Ahmad Mudofar & Ahmad Mudofir) dan sebagai adik dari Mas Imam Mustghfir beliau adalah orang pertama yang langsung mengemban amanah memikul berat beban keluarga setalah ayah yang pensiun dari pekerjaanya.

Sekarang Mas imam sudah bekerja lagi kembali ke Impian awalnya menjadi Pelaut (Read-Playaran) dan saya, ya saya melanjutkan estafet tulang punggung keluarga juga dari beliau, walau belum sepenuhnya dilepaskan kepadaku, sebagai anak saya ingin berbakti dulu kepada orang tua dan membantu menyekolahkan adik adiku, yang sekarang sudah masuk SMK.

Seorang anak walau sebenar apapun niatnya jika penyampaikan niatnya disampaikan dengan salah, tetaplah orang tua tidak mau menerima. jadi beliau (orang tua) sempat tak setuju saya mau langsung melanjutkan study,  karena apa ? ya karena engkau masih punya adik adik yang harus kau bantu dulu, kamu jagan egois dengan ingin melaksanakan kehendak sendiri.

Lalu sempat kuredam dan kupikirkan kembali niatku dan mengoreksi diri ini. Akhirnya aku putuskan untuk membantu orang tua dan menyekolahkan adikku (Read-Ahmad Mudofir) sampai saat ini niatku masih sama, membantu orang tua dan adik adik, lalu kakak giaman.? Mas Imam, tentu saja beliau adalah kaka terbaik yang pernah kutemui dan kumiliki, jiwa besarnya selalu ke kenang, pengorbanannya selalu ku ingat, beliau juga yang membantuku membiayai uang kuliah semesterku. Insyaalloh hubungan kami akan tetap sama, saling tolong menolong seperti yang saya jelaskan pada postingan sebelumnya (Education is most powerful weapon) 

Bu, aku tetaplah anakmu, baktiku takan putus meskipun aku telah menikah.

Setiap anak laki2 adalah milik ibunya, —– dan selamanya ia milik ibunya
Kepada ibunya, ia mendapat kemuliaan
Kepada istrinya, ia memberi kemuliaan
Karena  setiap  laki2 adalah milik ibunya, dan selamanya ia milik ibunya!
Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim).

Begitu dasyat Hadist tersebut, bu izinkan aku tahun 2018 nanti bekerja sambil sekolah lagi, insyaalloh aku takan melupakan tugasku dan disamping itu saya juga mempunyai cita cita bu, cita cita yang lebih besar, yang ku tulis di papan Impian yang ada di kamar mestku, tujuanku sama bu, memutus rantai kemiskinan dan rantai kebodohan, kerena pada hakekatnya kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan.

begitu saja bu, yang ingin saya tulis, terimakasih dan saya mohon Restu darimu ibu, karna restu orang tua adalah restu Alloh, Aammin aamiin  Ya Robbal Alamin

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

5 thoughts on “Setiap anak memiliki “Rezekinya” masing-masing

  1. Hi!

    Ich mache mir im Augenblick Gedanken darüber, was für ein Diät-Produkt spannend wäre.

    Alles, was ich bislang probiert habe, war absolut wirkungslos.
    Auf was sollte man denn vorzugsweise achten? Fabrikate,
    die zwar viel garantieren, am Schluss aber nichts dabei herauskommt, interessieren mich gar nicht.
    Deshalb nicht falsch verstehen, ich mag keine Wunderwaffe,
    aber es muss doch irgendwelche Produkte geben, die zumindest ein wenig behilflich sind.

    Über Tipps oder Informationen würde ich mich extrem freuen

    Beste Grüße
    Katharina http://www.julietglobalventures.com/index.php?option=com_k2&view=itemlist&task=user&id=368716

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *