Kotak Kata 03 : Cerita Kopi Pagi Hari

Posted on Posted in KOTAK KATA

Asap yang sejak tadi mengepul dari cangkir kopi di atas meja dihadapanku ini sudah lenyap. Aku yakin kopi itu sudah dingin. Namun, aku masih bertopang dagu disini, melihat layar laptop yang masih menampakkan halaman kosong.

Dan Payung Teduh sudah menyanyikan beberapa lagu, ah sejak dia sering memutar lagu payung teduh aku jadi ikut memutarnya. Mas syukron dengan kesibukannya di pagi hari, tak ingin aku mengganggunya, bahkan sekedar menyapa. Mas wowo dengan lihainya sedang bermain mouse, mendesain booklet qurban mubarok, sedangkan mba titin akutan kita yang setiap pagi selalu bersama dengan kalkulatornya beberapi kali merapihkan dana alokasi dari muzakki. Aku ? sabtu ini aku sedang mee time sambil mencoba menulis ala ala penulis hebat pada umumnya.

Ada banyak cerita terjadi pagi ini.

Ada banyak cerita bermain dubenakku.

Kuteguk cangkir kopi hitam pekat itu, sudah dingin. Tapi aromanya masih tercium tajam.

Kopi dingin sudah menjadi temanku pagi ini, kopi hitam tanpa gula.

Aku sedang mengurangi konsumsi yang manis manis, selain karena riwayat keluarga yang akrab dengan diabetes. Jadi, lebih suka menikmati kopi dengan rasa asli kopi. Belajar menikmati kopi, bahwa sweetness of the coffee ya dari kopi itu sendiri. Kalau sudah mencampur kopi dengan gula, rasa asli kopi sudah tidak terasi lagi dan tergantikan oleh rasa manis gula.

**

Apa yang terjadi sebelum secangkir kopi hangat itu berubah menjadi dingin ?

“Ngopi lagi fus.”

Aku mengangkat kepala dari layar komputer yang selama beberapa jam terakhir memenuhi pandanganku. Mataku sedikit menyipit menyambut cahaya matahari dari balik gorden yang dia buka, terang menyala dari balik lebar jendela dibelakangnya.

“Tolong tutup mba, Silau” ucapku singkat

“Oh ya maaf, silau yah fus” sambil menutup kembali gorden dan kembali duduk disebelah mejaku.

Kudekatkan hidung ke atas cangkir dan menghirup aromanya dalam dalam.

Setelah itu baru sruput kopinya, seperti biasa pahit kopi dilidahku mungkin tidak sama seperti pahit yang kurasakan dalam hati. Pergi dan datang begitu saja, aku pernah menyebutnya begitu. Tidak pernah menetap di suatu tempat dalam jangka waktu lama.

**

Kehilangan. Ketika akhirnya kopi sudah menjadi dingin dan aku harus merasa kehilangan.

“Kopi Toraja rasanya engga sepahit Kopi aceh. Tapi bikin segar banget,” Sebaris senyum menyudahi ucapannya.

Aku menatap cangkir putih berisi cairan hitam pekat diatas meja dengan tatapan kosong. Asap mengepul sudah tak terlihat lagi disana, sepertinya kehangatan sudah tak ada lagi dihatiku.

Kali ini aku tak perlu menunggu kopi itu hingga dingin sebelum dia pergi. Karena di tegukan pertama, aku sudah menatap punggungnya yang menjauh.

Dan dia tidak pernah kembali.

Aku  menengguk kopi dingin yang sejak tadi menemaniku. Rasa pahit mengaliri kerongkonganku, bersatu dengan rasa pahit dihatiku.

Perlahan jemariku bergerak menari nari di atas keyboard. Menuliskan sebuah cerita.
Tahukah kamu arti sebuah rasa pahit ? Bukan, pahit itu bukan ketika kamu meneguk secangkir kopi karena setelahnya, tubuhmu akan terasa hangat, matamu akan melebar, denyut jantung terasa lebih cepat, ini rasa pahit yang sebenarnya.

Aku akan menceritakan rasanya.

Pertama tama, siapkan secangkir kopi tanpa gula didekatmu, sebelum kopi itu dingin, aku akan menceritakannya.

Ah semua ini berawal dari seorang perempuan dan laki laki yang sedang terganggu perasaannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 thoughts on “Kotak Kata 03 : Cerita Kopi Pagi Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *