Gue harus hidup : Hidup bukan sekedar hidup, maka gue merantau

Posted on Posted in KOTAK KATA

Gue percaya bahwa setiap orang harus angkat kaki dari rumah untuk sesuatu yang lebih besar, meskipun ketetapan meninggalkan Neverland sudah terwujud, akan tetapi gue masih dalam lingkungan yang sama, hanya pindah kota. Bagi gue, proses menjadi perantau adalah proses pembebasan. Bebas untuk menemukan cara berpikir baru, kebiasaan-kebiasaan baru, tanggung jawab-tanggung jawab baru (atau mungkin juga untuk tidak bertanggung jawab). Dengan merantau, individu memiliki kekuatan, juga tanggung jawab penuh terhadap diri sendiri, terhadap identitas diri.

Menjadi perantau adalah menjadi individu, menjadi diri sendiri, bukan sekadar bagian dari keluarga ini-itu, atau bagian dari masyarakat ini-itu. Menjadi perantau adalah melepaskan segala ekspektasi dan tekanan masyarakat, dan tumbuh tanpa kekhawatiran. Menjadi perantau adalah soal menemukan diri sendiri.
Merantau adalah proses membongkar diri sendiri. Seperti mengambil jarak terhadap diri, lalu menimbang-nimbang, menilai-nilai, menambah-mengurang, lalu membentuk lagi si diri. Tak ada keluarga yang ikut campur secara langsung. Setiap individu bebas membentuk diri, sekaligus bertanggung jawab penuh atas diri bentukannya tersebut. Setidaknya, begitulah yang dikatakan Rika Nova dalam blognya ketika dia memutuskan untuk hidup jauh dari orang tua.

Gue tinggal di purwokerto saat 2013 dan sampai sekarang, gue juga udah pindah pindah tempat tinggal dari mulai awal tinggal dirumah orang tua asuh untuk tahun pertama, banyak pelajaran yang ngga gue dapat dari orang tua asli di rumah, karena memang orang tua asuh memiliki pendidikan yang tinggi secara otomatif cara berfikirnya lebih dari pada orang tua gue yang di rumah, akan tetapi itu menjadi pelangkap ilmu dan wawasan gue. Apa yang diajarkan orang tua asuh dan orang tua dirumah sama sama tentang bagaimana menjalani kehidupan yang lebih baik, ibu selalu menanamkan nilai nilai agama dan kearifan lokal, dan ajaran ajaran desa. Sedang ibu yang satunya menamkan nilai lebih baik berani daripada takut, percaya diri, berani keluar zona nyaman, bergaul dengan orang positif dan visualisasi visi misi hidup, sejak itulah mulai terpampang banyak target target motivasi di dinding kamar gue.

Gue harus beradaptasi dengan sesuatu yang baru, segalanya serba baru. Gaya hidup yang serba ada di Neverland tidak bisa saya dapatkan begitu saja, harus ada perjuangan untuk menggapainya. Untuk mendapatkan sesuatu kau harus mengorbanka sesuatu, disitulah yang dinamakan pengorbanan. Untuk ke kampus saja gue rela nyepeda setiap hari, berangkat pagi sampai kampus keringat sudah membasahi tubuh. gue ga mau nulis semua perjuangan gue, cukup ini saja yang jadi contoh.

Sejatinya saya tidak ingin berada dalam situasi ini, jauh dari keluarga, teman, dan tempat-tempat yang memberi saya rasa aman ketika berada di sana. Kita hanya dekat dengan sesuatu yang kita sukai. Dan seringkali kita menghindari sesuatu yang baru. Tapi orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.
Memulai sesuatu yang baru selalu tidak mudah. Lebih mudah meneruskan apa yang ada, walaupun tidak mudah hidup dalam kesulitan. Hidup dengan orang tua di rumah membuat merasa aman, tapi kenyamanan membuat tidak berkembang. Bergerak adalah keharusan, meskipun tidak menjanjikan kemapanan.

Suatu saat kaki ini akan melangkah jauh keluar dari Indonesia, melanjutkan cita cita yang sedang dalam proses, semoga Alloh meridoi apa yang hambanya rencanakan~

 

Nufus M. Zaki

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

6 thoughts on “Gue harus hidup : Hidup bukan sekedar hidup, maka gue merantau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *