Expedisi Sumbing : 3 Pendaki coeg

Posted on Posted in EXPEDISI, GUNUNG, HANGOUT

Hallo Readers kali ini aku mau menceritakan sedikit pengalaman Expedisi pendakian Gunung Sumbing.

Gunung Sumbing merupakan gunung api dengan tinggi 3.371 mdpl yang terletak di tiga Kabupaten Jawa Tengah yaitu Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo, Gunung Sindoro bersandingan dengan Gunung Sumbing dan celah antara kota Temanggung dan Wonosobo. Bersebelahan dengan bentuk Gunung yang nyaris sama, trek yang ditawarkan juga tidak jauh berbeda, serta pemandangan yang alam yang indah bisa dinikmati sembari saling melihat salah satu dari Gunung tersebut dari kejauhan dan inilah sensasi yang dicari para pendaki

Gunung Sumbing dilihat daru pos basecamp

Sebelumnya perkenalkan dulu, kami adalah 3 pendaki coeg bermula dari nekad sampai benar benar sampai dipuncak Sumbing.

Pertama Febryanto dia adalah pengusung pendakian kali ini, orangya penuh semangat dan tak tau mau bertanya pada siapapun, punya banyak channel pinjaman barang-barang pendakian. Salah satu kelemahannya adalah ia terlalu simpel dan menganggap remeh degan barang logistics. 

“Udah jak untuk makanan mah cukup mie instan 3 peranak dan madu sama susu, intinya air itu paling penting” ucapnya dengan santai dan khas bagai anak yang sering mendaki gunung. Yaps karena aku adalah pendaki pemula jadi aku iyakan tambahkan beberapa items yang menurutku perlu.

Next anggota ke 2 ya Aku Nufus (Read – Zaki) adalah orang yang sejak awal ngotot pingin mendaki Gunung Slamet, tetapi tidak tercapai setelah bentrokan hebat dengan Febry, ia kekeh tidak mau ke Gunung Slamet karena beberapa minggu kemarin ia sudah pernah ke Gunung Slamet.

Next anggota ke 3 Sekaligus terakhir Arif Mashuri dia adalah temanku dari Taman Kanak-Kanak sampai sekarang, bisa dibilang kita sudah Bersahabat, walau tanpa ucapan langsung bahwa kita bersahabat, ya lelaki taulah tidak mudah menyatakan persaan secara verbal apalagi ke sesama cowo absurd.

Awalnya kami berencana mendaki hanya dua orang saja biar temvan dan berani coeg, akan tetapi setelah dipikir-pikir kembali akhirnya kita memutuskan untuk mencari anggota tambahan, hingga sampai 2 minggu sebelum pendakian kita masih belum menemukan anggota baru, yang kami ajak kebanyakan adalah mahasiswa dikampus kami, jadi alasan mereka menolak adalah karena ada UTS dan sampai 1 minggu sebelum pendakian aku yang sedang Scroll Recent Update di BBM si Mashuri ini ternyata menulis status bbm ” Tkj-e medaki gunung yuks, taun wingi ora bisa melu coy, lagi kerja”. Sontak langung dah aku hubungi dan akhirnya yeeyyy jadilah 3 orang coeg bertemu dalam satu moment.

Basecamp-Pos 1 Pendakian Gunung Sumbing via Garung

Bang Febri menunggu mashuri yang berpisah saat dijalan 😀
Map Gunung Sumbing Via Garung

Setelah perjalanan panjang dari purwokereto menuju Camp Garung yang berada di desa Garung, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Setelah beristirahat sejenak di Basechamp sambil registrasi dengan membayar biaya registrasi sebesar 15.000 sudah termasuk dengan parkir motor. Untuk sampai di pos 1 ada dua pilihan, pertama kita berjalan kaki atau menggunakan ojek yang sudah stanby di basechamp. Bila kita berjalan kaki waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam, namun bila kita menggunakan ojek hanya akan mamakan waktu sekitar 20 menit dengan membayar 25.000/orang. Okey karena kita rata-rata pendaki pemula dan pertama (khusus untuk aku dan mashuri). Kami putuskan untuk meggunakan jasa ojek, yang ternyat ojeknya gila broo. kalo kamu liat itu adalah motor sudah dimodifikasi untuk medan terjal dan mesin yang ganas.

Motor trail sumper deg degan 😀
Siap meluncur, tau kan kenapa fotoku ngga ada.? Yaps bener, aku yang pegang Kamere,,-__- Sedih 🙁

Pos 1-2 Pendakian Gunung Sumbing

Pedakian dari pos 1 menuju pos 2 (Genus) berupa tanah padat dan tidak rata. Trek yang dilalui belum begitu terjal dan menanjak. Hanya sesekali pendaki akan menemui beberapa tanah datar namun sempit yang dapat digunakan untuk berhenti sejenak untuk mengatur nafas. Kami yang baru pertama mendaki berdoa dan saling menjaga satu sama lain, walau bagaimanapun kita pendaki pemula. Dari Pos 1 menuju pos 2 waktu yang ditempuh lumayan sekitar 1 jam 30 menit. Itu karena kami yang memang banyak berhentinya dan ngos-ngosan beberapa percakapan kita yang membahas Rokok dan jarang olahraga atau pemanasan dulu sebelum pendakian, ini murni tanpa embel embel persiapan fisik, Febri walaupun sebelumnya mendaki Gunung Slamet bisa, akan tetapi karena perokok aktif, pernafasannya sedikit pendek, lalu masuhri yang ternyata baru pertama mendaki ini juga terlihat sering berenti, aku…??? walaupun sering olahraga sepedaan pulang pergi kampus juga nafasnya ngga berbeda dengan mereka.

Pendakian dimulai dari pos 1 yupss, Febri dan Nufus
Sering kali kita berhenti sejenak untuk mengumpulkan energi, inframe Mashuri dan Febryanto

Okey diantara kita mashurilah yang barang bawaannya paling lengkap, dari persediaan makanan sampai obat-obatan. Pokoknya kita tertolong banyak olehnya.

Ekpresi saat sampai di pos 2 genus
Ngapain mas ? eh ko mukamu jadi kaya cewek sih hur 😀
Ini juga ngapain..?

 

Pos 2-3 Pendakian Genus, Engkol-engkolan dan Sedupak Roto
Pendakian dari genus, engkol-engkolan dan sedupak roto kita dihadapkan dengan trek yang semakin menanjak dengan tingkat kecuraman yang tinggi, di trek inilah kami paling sering berhenti sekedar untuk ambil nafas dan minum juga bercanda ria sedikit untuk melepas penat, karena waktu pendakian di pos ini sudah mulai memasuki pergantian hari dari, kita itu sudah memasuki jam 17.29 dimana nyamuk sudah mulai keluar dan kita harus terus mendaki.

Memasuki engkol-engkolan
istirahat Sejenak (Febryanto)

Pemandangan Sindoro dari gunung Sumbing

Waktu yang terus berjalan dan kondisi kita yang butuh supply akhirnya kita memutuska untuk instirahat dan makan dan bikin coklat bersama

Bikin Coklat Panas dan Makan Roti + Madu
Yos
Itu bukan teh gelas loh, itu coklat panas yang kita bikin 😀

Setelah selesai mengisi perut dan cukup untuk memulihkan energi, kami melanjutkan ke watu kotak dimana kami memasang tenda untuk ngeChamp ;

Inilah Suasana Pagi di Watu Kotak tgl 22/10/2016

Gubug Derita Kita, Walau begitu terasa seperti rumah yang nyaman
Suasana dalam tenda 😀 entah pada ngapain mereka
Coeg Moment part 1 (telanjang dada)
Coeg Moment part 2 (telanjang dada)
Narsis
Narsis Meneh
Sok sokan liat pemandangan, tetapi cuaca lagi tidak mendukung, kabut tebal
Narsis meneh meneh
Kopi.??? bukan itu Coklat !!! 😀
Mashuri ganteng
Endors mas..???

Setelah cukup untuk sarapan dan melihat kabut yang makin tebal karena saat itu sedang badai, tidak menciutkan kami untuk ke puncak, kami memutuskan untuk beres beres merapihkan barang barang kami dan menuju summit membawa barang barang yang diperlukan dan Lets Go!!!!

Watu Kotak katanya sih.? apanya yang kotak woy, ini cuma batu gede menjulang doang,ya tapi bagus sih
febri dibarisan paling akhir bertugas untuk mengawasi kami, ceileh
Gagal foto
Hijab Syar’i tanpa tapi tanpa nanti tapi kini !!!
Lelah dan Istirahat
Bunga.???
Edelweis sepertinya
Mungkin ini yang dimaksud tanah putih, lebih ke batu batuan sih
maksudnya apa mas..???
bunga apa ???

Makan lagi kita Buset dah kalo hawa dingin emang perut cepet laper hohoho

Selesai makan kita melanjutkan perjalanan, dan sampailah di puncak yeyy 😀

Santai sejenak melihat kawah
Akhirnya pendakianku yang pertama sampai dipuncak 😀
Pemandangan Gunung Sindoro dari puncak Sumbing
Pemandangan Sindoro dari puncak Sumbing
Pengibaran Bendera merah putih, Sok Nasionalis 😀

 

Dunia memang begitu, kita medaki G.Sumbing Background Sindoro 🙂
Si Kampret (Sebutan Sayang) Febrianto
Madep sinih mas, kameranya disini mas 🙂
Menuju Pucak Rajawali
Febri 1
Febri 2
Gimana.??? Tertarik Travelling..???
Matanya jangan merem mas
Masih aja merem ihhh
ini lagi (Merem)
Mas Febri
Yuuuuuuuhuuuu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *