Expedisi Gunung merbabu : [Masih] 3 Pendaki Coeg

Posted on Posted in EXPEDISI, GUNUNG

Bagi kalian yang hobi naik gunung pasti tidak asing dengan gunung yang satu ini, yaitu Gunung Merbabu yang terletak di Kabupaten Magelang, Salatiga dan Boyolali, Jawa Tengah, Set dah lengkap amat mas .!!

Gunung satu ini terkenal dengan pemandangannya yang super indah, bahkan menurut sebagian pendaki yang sudah pernah mendaki di hampir semua gunung di jawa tengah mengatakan jika gunung Merbabu merupakan gunung terindah di Jawa Tengah *Sumber opini opini pendaki*

Gunung merbabu memiliki ketinggian 3.142 Mdpl, termasuk gunung yang memiliki tinggi diatas rata-rata ditambah lagi jalurnya yang indah, salah satu gunung Merapi yang terlihat jelas di depan mata.

Gunung Merbabu sendiri memiliki beberapa jalur yang bisa kita pilih diantaranya;

  • Jalur Selo (Boyolali)
  • Jalur Takelan (Kopeng, Salatiga)
  • Jalur Suwanting (Magelang)
  • Jalur Wekas (Magelang)
  • Jalur Chuntel (Magelang)

Berdasarkan diskusi panjang dengan tim (read-3 pendaki coeg) akhirnya kami memilih jalur Selo, yang konon *jangan dibaca terbalik* menjadi favorit sebagian besar pendaki, selain jalurnya yang tidak terlalu sulit, pemandangannya juga terbilang sangat indah. Selo merupakan sebuah Kecamatan di Boyolali, bagi kalian yang menggunakan transportasi umum, kalian bisa naik bus jurusan Magelang-Boyolali kemudian turun di pasar Selo, *Catet nih sur (read-Mashuri)* biar bisa ancer ancer kalo ke Merapi *Harapan pendakian berikutnya hihi* , disana tidak ada transportasi umum untuk menuju Bacecamp, jadi pilihannya hanya menggunakan ojek atau jalan kaki, namun disarankan untuk menggunakan ojek karena Basecamp masih cukup jauh dengan jalan yang naik turun, kurang lebih 3 km kalau dari pertigaan polsek selo sebelum gang Basecamp.

Rute awal kita dari Purwokerto, jangan tanya realitanya, jalas ngga sesuai dan nyasar nyasar wkwkwk

Awal sampai di sana kita bertiga kumpul setelah si mashuRIO Teguh nggak dapat angkot sampai ke polsek selo, janji awal yang katanya “Sampai bertemu di Basecamp ya bro” Hanya ucapan saja, nyatanya dia kita Febri jemput di desa Sawangan.

Okey setelah kumpul 3 Pendaki coeg, segeralah kita menuju Basecamp dan istirhat. Sampainya di Basecamp ternyata kita baru tau kalu ada lebih dari satu basecamp, ngga mau ribet kaya cewe kalau di tanya mau makan apa, yang jawabannya terserah akhirnya kita langsung saja tembak Basecamp Kucing. Yogs kita tegas men. 🙂 lanjut

istirahatnya kita di Basecamp sambil selonjoran dan merencanakan pendakian serta repacking carrier akhirnya kita putuskan untuk mendaki jam 21.30 WIB. oh ya hampir lupa untuk Retribusi pendakian gunung Merbabu adalah 8000 cukup murah kan, ya saya juga heran, detailnya adalah 5000 karcis masuk wisata Gancik, 3000 Karcis masuk desa wisata dan 1000 untuk asuransi, oh ya lupa parkir 5000/motor jadi keseluruhan Rp. 14.000 .

Basecamp – Pos 1

Estimasi pendakian Merbabu melalui jalur Selo sekitar 8-9 jam sampai puncak, gerbang pendakian terletak beberapa meter dari basecamp, jalur yang kita lalui dari basecamp sampai pos 1 merupakan jalur datar dengan sedikit menanjak, pemandangan hutan pinus diawal dan hutan hijau akan menemani kalian jika sampai di pos 1 dengan estimasi waktu kurang lebih 2.5 jam, oh Shit kita mendaki itu malam men, jadi yang kita lihat hanya bayangan pohon pohon dan hutan belantara, pemandangan itu diganti dengan kerlap kerlip lampu kuning dan putih kota boyolali yang terlihat eksotis kalau kata febri “Indah ya jak pemandangannya, kaya Las Vegas koh” ungkapnya. entahlah mungkin dia tau kota Las Vegas dari film fast and furious 8, 

Expedisi malam hari, eh bukan Pagi hari jam 03.00 am
Masih momment yang sama pagi hari
Mas Febri Muka ngantuk dan yaa kamera juga ikut ngantuk 🙂

sekitar 2 jam perjalanan sekitar pukul 11.30, cukup lama mendaki kita akhirnya memutuskan untuk ngechamp karena memang kita lelah dan sudah mulai ngantuk, oh ya perlu diketahui ternyata kita ngechamp sebelum pos 1, ya cupu banget yah masa belum sampe pos 1 udah ngechamp, eits ini bukan soal cupu guys, but it’s about enjoy the jurney. Eh english gua bener ngga sih 😀 setelah ngechamp istirahat tidur, kita bangun jam 02.15 pagi dan mulai melanjutkan perjalanan, merapihkan tanda dan lanjut incar sunrise, kamu harus coba gens, bangun pagi di gunung dan jalan kaki tuh rasanya kaya jalan-jalan dihari minggu di Neverland (tempat asal penulis)

Dapat sunriese 🙂 Siluet gue dan bang huri, tapi dia pendek jadi ngga ada hehe
Sunrise 01
Sunrise 02
Kopi atau Coklat ? ya aku pilih coklat 🙂
Sumringah sekali mas ? 😀

Seneng lah, ini pendakian yang sungguh luar biasa untukku, lain kali aku mau mendaki bareng sodara sodaraku. (Read-Bocah Saka Panggung)

Mas Febri ini sebenernya minum coklat, cuma megangnya terlalu, jadi ketutupan haha , dingin mas .???
Yogs Siap…. Dapat Sunrise eyy !!!
ini versi pakai lighting 😀

Bang Febri dan Bang Huri sedang berusaha melindungi matahari 🙂 wait wait , who is take this picture ? me ???
Kalo ini saya dengan bang Febri, kanan Nufus

Pos 1 – Pos 2

Dari pos 1 menuju Pos 2 jalur masih terbilang landai dengan sedikit tanjakan, pemandangan sapanjang jalur sedikit terbuka daripada saat menuju pos 1, kita disuguhi pemandangan hutan hijau dengan bukit pos 3 yang mulai terlihat, sebelum mulai sampai pos 2 kita melewati sebuah tanjakan yang merupakan tanjakan terberat menuju pos 2, yang namanaya Tikungan Macan, Sampai di pos 2 dataran cukup luas dan bisa menampung lebih dari 13 tenda.

Tikungan Macan
Tikungan macan 02
Tikungan macan 03

Pos 2 – Pos 3

Seingat saya pos ini kita melihat puncak bukit dimana disitulah lokasi pos 3, namun untuk menuju pos 3 kita melewati jalur yang cukup menanjak, yang katanya pendakian sesungguhnya baru akan dimulai, emang benar ini pendakian sesungguhnya. oh ya sepanjang jalur menuju pos 3, kita bisa melihat banyak sekali tanaman bunga edelweis, akan tetapi kami tak boleh memetiknya, hanya boleh foto foto 🙂

Sambil istirahat sejenak ambil interval, kita melihat gunung Merapi didepan kita !

 

Yeee taman edelweis, ,lupa koh ngga ngambil bunganya hihihi
fly fly like butterfly
Mashuri 01
Mas Febri

Its me, yeah its me !!!
Seneng banget masss???

Pos 3 – Sabana 1

Pos 3 merupakan dataran yang sagat luas, ya sangat luas, liat aja men, loe bisa main golf disini, sayangnya kita ngga bawa alat golf. Kita bisa melihat indahnya pemandangan Gunung merbabu, selain itu kita juga bisa melihat gunung merapi didepan mata. Pos 3 bisa dibilang bisa tempat yang cocok untuk ngechamp, namun pendaki biasanya lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan daripada mendirikan tenda di pos3, lah kita malah ngechamp di pos 2 hihi 🙂

Salman bin Abdulaziz al-Saud ketika masih muda saat mendaki di Gunung Merbabu bersama 3 pendaki coeg, eh ternyata aku punya temen Raja, Yooooo siaaaapppp :))
Sekilas mirip attact of titan wkwkwkwkwk
Bukit Teletubies
Bukit Teletubies pose 01
Bukit Teletubies pose 02
Bukit Teletubies pose 03 😀
ini dia sang penakhluk dingin Mashuria Teguh :)) , Sixpack apa kurus .??? wkwkwkwk
Pengin banget nih lari lari di bukit teletubies samaaa ehemm sama kamuuu 🙂 wkwkwkwk
bukit teletubies 04
Kayaknya aku udah sering deh pose gaya gini muka dan tangannya, hihihi btw di belakang bagus yaa…
Sok imut loe coeg wkwkwk
Ngedab ???

Suka bingung lihat pose-pose anak muda sekarang dengan tangan menyamping dan menduduk menutupi muka dengan tangan lainnya? Ini yang disebut pose dab yang sedang kekinian itu. Dab itu apa sih? Pose dab adalah pose yang terkenal di daratan Amerika dalam komunitas Hip Hop. Pose dab ini mirip dengan orang bersin, seperti  yang dilansir dari Wikipedia. Karena simpel, perlahan akhir-akhir ini di Amerika sendiri mulai naik setelah banyak digunakan oleh atlet American Football dan kemudian merambah kemana-mana.

inilah 3 pendaki Coeg itui.. huahahahaha *ketawa Jahat*
Mashuri, Nufus dan Febri
3 Pendaki Coeg
rileks sambil sesekali melihat kebelakang itu ada proses untuk memperkuat kepuncak, yeah indah bukan, jangan lupakan yang namanya proses

Pos 3 – Sabana 2

Sabana 1 merupakan dataran luas dengan beberapa bukit disisinya, pemandangan di Sabana 1 sangat indah, terutama jika datang saat musim semi. Dataran ini akan terlihat sangat hijau oleh rerumputan yang menghiasinya.

Sedangkan jalur menuju Sabana 2 walaupun masih menanjak tapi tidak seberat jalur menuju Saban 1. Di jalur ini kita harus menuruni bukit terlebih dahulu sebelum mulain menanjak. Sesampainya di puncak bukit kita masih harus turun kembali hingga ke Sabana 2.

Sabana 2
Udara masih dingin dan kabut masih menyelimuti pendakian, cuaca mulai mendung
bener apa kataku, mulai mendung mashuri, but lanjut ? yoo lanjut 🙂 kita sedia mantel bos, padahal ..??? ah syudahlah 😀
Jalan setapaknya bagas, tapi aga sedikit kotor, yang putih itu sampah —___—
ih alay sumpah, kalian ngga tau yaa. saat mendaki jalan terjal kami lupa untuk menabadiakan, laranagan ini saat hendak ke sabana 2
Sampailah disabana 02 yaa 
Bukit Teletubies tanpa orang
Selfi dulu taken by camera huri 🙂
Anjayyyy !!!
Biasa aja mas expresinya, biasa biasa,tolong 😀 wkwkwkwk
Jangan meremm ihhh, apa emang gua sipit yakk 😀
ini dia pendaki cilik asal Neverland, Bang Huri

Yooo
Yaps, semoga suatu saat bisa mendaki Gunung Merapi, hihihi Bareng kamu, ya kalo kamu mau sih ? hehe

Sabana 2 – Puncak

Sebagian besar pendaki memilih untuk mendirikan tenda terakhir sebelum summit attact di sabana, tapi kami mendirikan tenda di pos 2, haha jauh banget yaa 😀 . Sabana 2 selain tempat yang cocok untuk untuk mendirikan tenda karena sangat luas, pemandangannya juga sangat indah, kita bisa melihat bunga Edelweis yang tumbuh subur dan tinggi, serta padang rumpun yang indah banget gengs, lu harus liat dah, liat pake mata kepala sendiri hehe, karena sangat menarik tak lupa kami abadikan, maaf kalau kualitas foto disini beda beda, itu berasal dari kamera poketku, kamera xiaomi redmi 3 milik huri, dan Lenovo punya bang febri, eh bau bau promosi nih fus blogmu, dapat royalti kah ? hehehe oke dah lanjut.

Untuk menuju puncak dari sabana 2 membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan jalur berfariasi, mulai dari menurun, landai hingga menanjak pokoknya dapat semua deh,

Menuju sabana 2, ituu yang gerumbulan merah adalah temen teman dari banten 🙂 kita tinggal, mereka aga lamban sih, payahh 😀
Mas febri, saat cari duit katanya didompet, dia bilang di puncak ada alfamart ngga zak ?? ngawur ni bocah 😀
Syeh Mashurio Teguh
Bukankah ini indah, melihat dari atas dan pemandangan bukit sabana dan awan biru .?? indah sekaliii
Gunung Merapi
Gunung Merapi 02
Zanpakuto (Pedang Pemotong Roh) Bleach, ngga tau Bleach ? ya sudah hihi . ini mirip seperti punya urahara guru ichigo 😀 nanti bisa berubah jadi Pedang sungguhan, Ah ngayall bae koe zak.. itu tuh tongkat. ya tongkat hiking –___–
Pedang Zanpakuto, udah zak itu tuh tongkat, imajinasimu nih banyakan nonton Bleach
ini nih koki gunung kita saat mendaki, dan masakan yang paling dia bisa adalah masak mie instan wkwkwkwkwk
Istirahat dan makan dulu, tapi ngga ngechamp ko..
yoo siap, udah . bingung mau nulis apa 😀
ini di masakan gunung paling sedap dan cepat dan murah 😀
jajanan kita sebenarnya banyak cuma sedikit sedikit kita simpan di perut, sampahnya ? ya kita simpen lah dan bawa turun. trust me i’m swear
Tongkat Hiking Punya Mashuri, Carrier punya Fabri, aku mah apa cuma minjem, tapi aku modal Tenda koh .
Gimana ? Kita nemu sabana lagi 😀
Sabana 2
Bukit bukit dan Sabana yang luas, rasanya penuh kenangan …
Sabana 2 dan jalan setapak ke pohon edelweis
bingung eyy mau nyeritaain gimana.
ID Pendaki bang Febri
Nufus dan Huri from Neverland
Ngapain ???
meninggalkan pos 2, eh ini harusnya diatas, ah sudahlah 😀

Rumput Gunung ? heemmm
Bagus nih kalo ngechamp disini, tapi kalau badai bahaya 😀
Ciehhh berasa di tepi pantai aja loe coeg, nulis nulis dipasir trus kehapus ombak wkwkwk 😀
Samaaa –___–

Gunung Merbabu memiliki 3 puncak, yaitu puncak Kenteng Songo yang berada di tengah (3.142 Mdpl), Triangulasi yang berada di kiri (3.142 Mdpl) dan puncak Syarif yang berada di kanan (3.119 Mdpl) biasanya pendaki memilih berada di puncak Kenteng Songo karena berada di belakang gunung Merapi, dan kami sampai di Kenteng Songo, yaps cuaca hujan dan tapi kita tak mau menyesal ketika di bawah jadi kita nekad dan hujan hujanan, tapi semua itu terbayar dengan Reward summit attact yeeeee !!!

Selebihnya biar foto yang berbicara 🙂 Cheers…!!!

Sampai di Kenteng Songo yeeessss plus badai dan hujan
Sebelum sampe Selo 😀
Samaa
Sama juga
Sedikit ucapan kata kata mutiara hihihi

 

Sekian cerita kali ini dari 3 Pendaki Coeg – Expedisi Gunung Merbabu 31 Maret – 1 April 2017 Nufus dan kawan kawan~

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

15 thoughts on “Expedisi Gunung merbabu : [Masih] 3 Pendaki Coeg

  1. Waaaah Merbabu,,, cuma pernah memandangnya dari Merapi, belum pernah mendakinya. Medan – Salatiga jauh sih hahhahaa… Semoga kelak punya kesempatan kesana.
    Itu Sabana keren banget yaaaak,,, bikin betah berlama-lama deh kalau aku ada disana hahhaaa

    1. Iya mba Perempuan November, jadi dulu pernah mendaki di Merapi ya ?
      Sya malah pernah memandang merapi dari merbabu,,hihihi
      Coba saja mba ke Merbabu dari medan juga lebih seru hihi.semoga kesampaian.

      Jangankan sabananya, aku malah ngga ingin beranjak dari sabananya, susah move on ..

      terimakasih sudah berkunjung, Salam :))

  2. aku ga baca full text. tapi sekilas dengan gambar yang terpasang di tulisan ini cukup menjelaskan bahwa gunung ini sangat rekomendasi buat teman-teman yang suka gunung ketimbang pantai.
    kapan-kapan kalo ke pantai ajak aku ya, Nufus.
    Salam

  3. Ane pernah taklukan gunung ini, perjalanan via wekas tracknya lumayan bagus tp nih jalur serem. Intinya sih jaga sikap dan tindakan. Jangan suka ngeluarin ocehan kasar

  4. Waah, jadi tertarik muncak kesana. Baca ceritanya aja, sudah kebayang pemandangannya. Apalagi langsung kesana ya? 🙂

  5. Paten nih bang buat refrensi daki gunung merbabu. Tapi boleh minta wa atau id linenya bang buat sharing tentang pendakian hehe,biar lebih enak chatnya😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *