Sepenggal Cerita di Pantai Lampon dan Bukit Karang Pengantin

Posted on Posted in CERITA KOPI, EXPEDISI, HANGOUT, PANTAI
Inikah sunrise tahun baru? biasa aja tuh kaya ngga pernahliat sunrise saja šŸ™‚

Pantai Lampon Kebumen merupakan pantai yang tak kalah cantik dengan pantai yang lain di sekitar kebumen. Lokasi Pantai Lampon Kebumen berada di desa Pasir Kecamatan Ayah, Kab. Kebumen..

Sore itu tepatnya tanggal 31 Desember 2016 saya putuskan untuk ikut salah satu kegiatan sahabat beasiswa purwokerto. Kegiatannya adalah malam tahun baruan di Pantai Lampon, entah apa yang menarik dari pantai itu, langsung saya iyakan saja ajakan dari salah satu teman komunitas itu,

“Fus ikutĀ NgeChamp di Pantai Lampon yu ? ” Ucap gadis asal brebes itu
“Acaranya kapan ?” tanyaku balik degan sedikit aga melas
“Tanggal 31 fus jam 1, kumpul di PKM” Jawabnya kembali

***
Singkat cerita kami pun berangkat ke pantai lampon, perjalanan menuju lampon di daerah kebumen dimulai jam 3 siang, molor 2 jam dari target awal. Karena jarak yag lumayan jauh akhirnya kita sampai disana sekitar jam 7 malam. Sampai disana kami langsung mendirikan tenda, setalah selesai memasang tenda dan pernak perniknya barulah kita bikin makan (Read-Indomie), ada juga yang sudah persiapan dengan membawa banyak makanan danĀ snack.

malam itu lebih banyak saya habiskan bercengkrama dan bersenda gurau bersama sahabat-sahabat baru saya di komunitas yang saya ikuti, karena waktu itu adalah malam tahun baru, setalah selesai bercengkrama dan bersenda gurau saling berkenalan satu sama lain. Mulailah saya menghabiskan waktu sendiri dengan kopi yang ku buat dengan alat masak (nesting)Ā milik salah satu sahabat yang doyan sekali naik gunung. Kopinya memang tak seberapa panas entah karena suhu yang dingin membuat kopiku terasa cepat habis.

Detik detik menuju pergantian tahunpun dimulai, ah andai saja moment itu sempat ku rekam dalam sebuah potret foto, namun hatiku berkata “udah sih nikmatin saja itu pesta kembang apinya” kuturuti kemauannya dan yah saya tempat terkagum dengan beberapa kembang api yang menyala-nyala di langit yang gelap tak berbintang šŸ˜€ . Setelah selesai dengan pesta kembang api, rasanya hajatku sudah terpenuhi, rasa kantuk yang dari tadi saya tahan untuk melihat moment pergantian tahun mulai tak kuasa kutahan, masuklah saya ke dalam tenda dan ya tidur, udah gitu doang :p

Malam itu kami mulai masuk kedalam tenda masing-masing, karena memang setelah pergantian tahun sempat diselingi hujan dan angin kencang yang lumayan membuat kami (Read-Saya)Ā kedinginan. Bersama dengan tebalnya kabut dan angin kencang serta rintik hujan. Niat menikamati malam hari pun pupus. Setiap kali membuka tenda, hanya angin dingin yang menusuk dan menampar wajah degan keras yang menyapa. Cahaya di kejauhan itu hanya bisa dinikmati beberapa saat sebelum kabut kembali menyelimutinya. Ahh Syudahlah šŸ™‚

Namun malam itu tak lantas berjalan dengan tentram, kencangnya terpaan angin yang menghantam tenda membuat saya dan ke 2 teman sempat terjaga karena frame tenda yang mulai bergerak meliuk-liuk tak tentu arah. Pasak tenda pun berkali-kaliĀ (Read-Cuma Sekali) dicek dan memastikan posisinya tidak berubah apalagi tercabut. Namun liukan frame tenda tetap saja membuat khawatir apalagi setelah saya menemukanĀ frame pintu tenda bagian bawah yang ternyata telah retak. Beuhh..maka terjagalah kami bertiga sambil berusaha memperbaikiĀ frameĀ dengan alat seadanya agar tidak menambah retakan diĀ frame tenda lainnya lebih lanjut.

Setelah selesai diperbaiki dan kamipun memutuskan untuk tidur dan melupakan soal tenda yang mencoba bertahan dari amukan angin, “Sabodo amat dah ama tenda, selama belum rubuh beneran mah mari kita lanjut tidur ya kang, wkwkwkwkwkwk

Terbangun pukul 04.40 bersamaan dengan yang lain yang masih berharap untuk sebuahĀ sunriseĀ tahun baru di tahun 2017. Saya beranjak keluar dari tenda yang ternyata tenda tersebut cukup setrong sejak pertempuran badai semalai, melihat sekeliling dan menuguk gelas kopi panas (lagi). Saat -saat munculnyaĀ sunrise mulailah sahabat-sahabat saya berpose bak ala model denganĀ backgroundĀ matahari terbit. Beberapa bahkan ada yang sempat dapatĀ mommentĀ yang waw itu bagus menurutku dalam segiĀ photographyĀ sungguh. Ahh saya yang tak membawa kamera DSLR dan kamera Handphone pun sudah mati,Ā hanya duduk didepan tenda, menatap laut dan pemandangannya sambil berucap lirihĀ “Selamat Pagi Selamat pagi dunia Selamat pagi pantai Lampon Selamat Datang 2017, beserta target terget lainnya yang saya rancang untuk 2017”Ā lalu kembali menikmati seruput kopi dan sejuknya udara yang menyentuh wajah dengan lembut. Sekian

Nufus M. Zaki

Belum Terbit :))
Motoin temen
Difotoin temen –___–
Ini laut hawanya pegin loncat dari tebing nyemplung ke aer šŸ˜€
Tenda yang saya maksud sebelah kiri bawah
Bukit karang pengantin, Hah, Pengantin.???
Jangan loncat mbak, sungguh aku masih sayang padamu šŸ˜€
Ah Syudahlah -,-
Ngapain mas.? iih :p
Pantai Lampon yang dimaksud
Ketua Komunitas Saya SBC Purwokerto (Agus Ucup)
M.??? Muzanuf mungkin, mungkin loh yaa
Baru semalem kenalan syudah lupa nama,ah begitulah aku šŸ˜€
Birunya cinta, eh Birunya langit maksudnya šŸ™‚ birunya cinta mah lagu kale mass !!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

4 thoughts on “Sepenggal Cerita di Pantai Lampon dan Bukit Karang Pengantin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *