Kolaborasi Hujan, Kopi dan Buku

Posted on Posted in Cerita Kopi

Walaupun tak suka kopi, belajarlah membuat kopi, jika nanti perselisihan kita membuatmu kecewa, kau punya cara tuk dapatkan hatiku kembali..hohoho – Nufus M. Zaki

Wes Nufus kata-katanya iihh sok puitis. Siapa yang tak suka kopi ? mungkin hampir semua orang suka melakukan sesuatu ditemani secangkir kopi. ya ngga sih.??? kalian gimana.???

Maafkan, Tulisanku emang gitu berseni 🙂

The relationship between a perfect cup of coffee and a writer is just like the couple who always standby and feel proud of being committed to each other. (Himmilicious)

Sedikit Fakta Tentang Kopi

Kata kopi berasal dari bahasa arab qahwa, penyingkatan dari qahhwat al-bun yang berarti ‘Wine of the bean”. Konon, buah kopi mulanya dimanfaatkan oleh sebuah suku dari Afrika Timur sebagai makanan penambah energi. Kopi lalu dimanfaatkan sebagai minuman oleh bangsa Arab, Karena ajaran Islam melarang konsumsi alkohol. Kemudian, kopi disebarkan oleh bangsa Arab Sebagai komoditas perdagangan seiring dengan penyebaran Islam (Sumber)

Setelah kejadian itu (Read- ngopi bareng mas ayyas) saya jadi lebih suka dengan kopi, terutama dengan suasananya, karena yang bikin ngopi enak itu tak jauh dari suasanaya yang pas..

Gemercik hujan saat itu tak membuatku enggan untuk melaksanakan tugasku, hari itu mulai pukul 14.30 kota Satria diguyur hujan. Hujan yang biasanya di mulai dari Bulan Oktober samapi dengan April di Indonesia harusnya seseuai jadwalnya karena mungkin sudah terjadi Global Warming saat musim kemaraupun tak lepas dari hujan, *Loh knapa jadi mbahas hujan mas?*

***

14 Februari 2017 – Hari Valentine, tidak tidak saya tidak merayakan Valentine, Sore itu seteleh selesai urusan dengan Bu Oneng (Orang LPPM Unsoed) saya merasa kecewa karena proposal yang belum di tandatanggi oleh Ketua LPPM.
“Pak Suwartonya sudah pulang mas” Begitu jawabnya
“Jadi tidak bisa sekarang ya Bu??” Sahutku kemudian
“Besok ya mas saya usahakan, In Sya’ Allah” jawabnya kembali
Saya tertegun dengan jawaban In Sya’ Allah, ya jadi saya tak ambil pusing karena memang masih ada waktu, walau ada yang mengatakan jangan menunggu sampai deadline.

Karena saat itu hujan deras dan saya sudah terlanjur keluar untuk urusan itu, jadi saya putuskan untuk ngopi sejenak, menghilangkan dingin dan sekaligus cari suasana baru. Tanpa berfikir panjang karena yang saya tau kedai kopi di purwokerto baru Praketa dan Singgah Coffe and Book, diputuskanlah untuk ngopi di Singgah Coffe and Book. 

Singkat cerita setelah sampai di Singgah, saya termasuk yang terkagum dengan suasananya, ya betapa tidak ternyata selain tempatnya yang nyaman dan desain interior yang belum pernah saya lihat sebelumnya,(kurang piknis sih lu) juga ternyata banyak pecinta kopi di Purwokerto. Melihat mereka yang sedang asyik ngobrol ria dengan gebetannya masing-masing serta ditemani kopi sesuai selera mereka. Hati saya pun menjadi panas,, Hanjengg ini semua pasti lagi nge-Velentine walaupun ada beberapa Solo Player yang sedang menikmati waktunya sendiri dengan kopinya. (Just like me) *Yeaahhh

Menu Singgah Coffe and Book

Setelah mendapatkan ucapan Selamat sore selamat datang, dan dipersilahakan duduk saya memesan Coffee Latte. Sambil menunggu Baperista membuatkan kopiku. (barista kali mas?) Sorry sorry baper ey!!! Oh ya bagi kalian yang belum tau (belum tau loh ya) Banyak yang sering keliru membedakan caffee latte dengan cappuccino. Sepintas memang mirip, hanya saja caffee latte terdiri dari sepertiga espresso, dua pertiga steamed milk dan sedikit milk froth atau busa susu

Coffee Latee tanpa Gula yaa

Setelah menunggu lumayan lama akhirnya datang juga ini kopiku, sekilas mirip gambar ayam, padahal saya tidak memesan gambar ayam hahaha. Yah mulailah saya ngopi dan tak lupa menulis. Ya nulis saja, ngga tau sih, cuma nulis curahan hati saja. Sesekali sambil melihat sekeliling dan melihat ada rak buku, ternyata ini yang dinamakan Singgah Coffee and Book ada bayak buku yang saya lihat ada Novel, Buku sastra, buku filsafat, biografi, buku-buku pengembangan diri dan masih banyak lagi, ada majalah dan juga kartu remi. Mataku tertuju pada salah satu novel yang selama ini ingin saya beli akan tetapi masih mikir mikir beli engga beli engga. Ya novel karya Jostein Gaarder yang bukunya lumayan tebal sampai 800 halaman saya sendiri berfikir bisa ngga ngabisin itu buku, mengingat itu adalah salah satu novel filsafat.

Happiness is a cup of coffee and a good book. (Anonim)

Saya ambil dan baca ternyata memang benar Sophie itu cantik (Loh kenapa jadi mbahas Sophie Mas), liat nih di gambar. Tak terasa sambil minum kopi dan membaca buku sudah sampi halaman 50 dan kopipun tinggal cangkirnya saja, saya sudahi dan membayar untuk harga kopi dan pulang mengingat masih ada kewajiban di Rumah Karanglewas. Sekian
Nufus M. Zaki

Perpustakaan
Kata kata tentang kopi
Didepan adalah ruangan khusus untuk Smoking Room
Singgah
Desain interiornya
Suasana sebelumnya
Start today with a damn fine coffee
Orang ini tadinya mau ambil buku, udah liat liat eh malah ngga jadi 🙂

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

9 thoughts on “Kolaborasi Hujan, Kopi dan Buku

    1. Semoga aroma kopiku dan harum tehmu bersanding di meja yang sama 🙂
      *ehh 😀

      Terimakasih sudah mau berkunjung di blog ini, salam

    1. wah Ranger Kimi, sekali lagi terimakasih sudah mampir, Ya sekilas saya membaca juga ceritanya bagus itu dunia sophie.

      Nanti saya mampir di blog kamu, sekian dan salam Nufus 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *