Perjalanan Obsesi dan Jati Diri : Aroma Karsa

Posted on Posted in Buku

Aroma Karsa merupakan kisah yang lahir lantaran obsesi Raras Prayagung menemukan Puspa Karsa. Puspa Karsa adalah tanaman yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.

 

“Di tanganku, Puspa Karsa cuma berhasil mengubah hidupku sendiri. Di tanganmu, Puspa Karsa akan mengubah dunia.” (hlm 12)

 

Namun, tanaman itu hanya bisa ditemukan oleh orang orang pilihan yang bisa medeteksi lewat indra penciuman saja.

 

“Bukan cuma wujudnya yang menjadi teka-teki, pula di percaya bahwa tidak ada yang bisa mendeteksi aroma Puspa Karsa, Terkecuali orang-orang pilihan. Puspa Karsa adalah tanaman yang punya kehendak dan bisa mengendalikan kehendak. Puspa Karsa jualah yang menentukan siapa yang bisa membauinya.”ย (hlm 10)

 

Melalui obsesinya itulah yang akhirnya mempertemukan Raras dengan Jati Wesi. Manusia yang dijuluki Si Hidung Tikus akibat kemampuannya membaui segala aroma yang manusia pada umumnya, mungkin belum tentu bisa mengendus aromanya.

 

Selain jati, putri tunggal Raras, Tanaya Suma juga memiliki kemampuan serupa degannya. Tapi, kemampuan itu justru membuat kehidupan Suma tidak sebebas Jati. Suma tidak sekedar menderita hiperosmia, yaitu meningkatnya kemampuan penciuman. Melainkan kakosmia, kelainan penciuman yang mengakibatkan segala bau, sedap atau tidak membuatnya tersiksa.

 

Lewat Jati Wesi, Raras berharap bisa mencapai obsesinya menemukan Puspa Karsa. Meski di sisi lain, kehadiran Jati menjadi ancaman bagi Suma. Sementara keterlibatan Jati dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, membuatnya mulai menemukan jejak misteri tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

 

Membaca Aroma Karsa memeberiku pengalaman membaca yang baru dan luar biasa. Jika selama ini, novel atau buku yang kubaca lebih banyak melibatkan indara penghilatan, sentuhan, dan suara. Baru kali ini, aku membaca novel dengan dominan melibatkan indra penciuman, bahkan menjadi tema utama dalam cerita ini. Bagaimana aroma digambarkan lewat kata-kata.

 

Menurutku, itu hal yang menajubkan dan Dee Lestari berhasil melakukannya, jujur saja ini adalah pertama kali aku membaca buku Dee Lestari, karena selama ini merasa tertinggal dari serial Supernova. Jadi rasanya kurang begitu tertarik karena memang tidak mengetahui cerita yang sebelumnya. Berbeda dengan Aroma Karya yang memang ini adalah novel satu buku dan ceritanya bermula dari awal.

 

Selama membaca Aroma Karsa, aku seolah bisa ikut merasakan dan mebaui aroma-aroma yang digambarkan penulis dengan begitu jelas dan detail. Sementara dari segi bahasa dan gaya tulisan juga pemilihan diksi yang jarang sekali aku dengar membuat aku berfikir ulang ini maksudnya apa dari kata air muka?ย dan ternyata air muka itu bisa di artikan expresi wajah, dan juga sejumlah diksi baru yang baru aku dengar.

 

Meski, buku ini tebalnya 696 halaman, ternya baru bisa aku selesaikan hampir 3 minggu sejak pertama buki ini aku beli di Gramedia.

 

Di sela-sela kepadatanku bekerja di Lembaga Sosial yang menguras pikiran, waktu dan tenaga ini, Aroma Karsa memeberiku ruang untuk bisa bernafas dan membalikan semangat membaca yang sempat meredup. Rasanya Perpustakaan kamar tidak menarik lagi karena tidak ada buku baru.

Perpustakaan Mini Pribadi

Sekali lagi aku katakan, Aroma Karsa adalah novel yang pertama Dee yang aku baca, dan akupun belum pernah membaca series Supernova yang sudah sangat terkenal di kalangan pembaca, setelah beberapa kali melihat postingan buku Aroma Karsa dari explore instagram, dan menjadikan aku penasaran, akhirnya ketika mampir ke gramedia langsung ambil dan menuju kasir, itupun diperkuat dengan sinopsisnya yang bercerita tentang aroma tentu saja ini unik dan tak biasa.

 

Selama membaca aku terus dibuat penasaran dengan ceritanya, banyak misteri yang menimbulkan barbagai macam pertanyaan setiap membaca bab demi babnya. Sampai buku ini selesai aku baca saja, kemudian muncul pertanyaan dan rasa penasaranku untuk membedakan mana yang fakta dan hasil karangan penulis. Ya, sampai sejauh itu aku memikirkannya.

 

Bahkan, ada tokoh yang menurutku di awal tidak begitu memberi pengaruh, justru di bagian-bagian akhir malah memiliki peranan yang penting dalam cerita. Tentu saja, hal itu baru terungkap di bagian-bagian akhir cerita.

 

Jati wesi digambarkan sebagai sosok pria mandiri, memiliki kepercayaan diri, cerdas, pemberani, namun tertutup dan meyimpan rahasia yang tak ingin diketahui orang lain. Sementara Raras memiliki karakter yang keras kepala, sema cerdasnya, ingin terlihat mandiri, namaun sebenarnya dia rapuh. Obsesinya terhadap puspa karas memabawa dia menjadi seorang yang sangat keras kepala, iya keras kepala dan yang lain-lainnya, silakan baca bukunya sendiri ya karena nanti di kira mau spoilerย muehehehe.

 

Alurnya yang sangat rapih membuat 696 halaman tidak terasa belalu begitu saja, benar bener novel yang penuh degan serat riset apik pula.

Aroma Karsa dan Aroma Kopi Saset, dengan background akuarium

Setelah membaca ini, seolah aku tidak bisa move on dari Jati Wesi, jadi sok-sok an gitu mengendus-endus layaknya Jati Wesi, Seolah-olah aku tahu ini aroma akan turun hujan, aroma orang yang sedang memotong rumput, aroma air hujan bercampur tanah kering, padahal prettt gak bisa membaui itu semua, ok fix aku normal ย ๐Ÿ™‚

 

Kalau menurut kalian bagaimana ? Apakah sudah baca atau justru baru ingin membacanya ? Kalau belum, segeralah baca! Temukan pengalaman membaca dan berimajinasi yang menyenangkan .. hehe

 

Salam

 

Nufus M. Zaki – Sebelum Pulang

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 thoughts on “Perjalanan Obsesi dan Jati Diri : Aroma Karsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *